10 Petugas Coklit di Bali Tolak Rapid Test Berdalih Alami Tekanan Psikologis
BADUNG, iNews.id - Rapid test untuk petugas pemutakhiran data pemilih atau pencocokan dan penelitian (coklit) di Kabupaten Badung, Bali tak berjalan mulus. Sebanyak 10 petugas menolak rapid test dengan alasan mengalami tekanan psikologis.
"Ada pemikiran mereka merasa ada tekanan psikologis," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Badung, I Wayan Semara Cipta, Kamis (23/7/2020).
Sepuluh orang petugas yang belum bersedia menjalani rapid test itu berada di Legian. Mereka untuk sementara tidak dibolehkan menjalankan tugasnya sebelum mengikuti rapid test.
Agar tidak mengganggu prosek tahapan pemilihan, KPU Badung mengganti sepuluh orang tersebut dengan Petugas Pemungutan Suara (PPS) dari wilayah setempat.
"Karena ini komitmen kami setiap petugas yang menjalankan tugasnya harus menikuti rapid test untuk memberikan rasa aman saat turun ke masyarakat," ujarnya.