Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BMKG Ungkap Penyebab Gempa Susulan Terus Guncang NTT, Terbaru Magnitudo 5,7
Advertisement . Scroll to see content

BMKG Ungkap 3.489 Gempa Susulan Guncang NTT, Masyarakat Diminta Tidak Panik

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:29:00 WIB
BMKG Ungkap 3.489 Gempa Susulan Guncang NTT, Masyarakat Diminta Tidak Panik
BMKG mencatat ribuan gempa susulan pascagempa M7,7 Flores, dan diperkirakan guncangan masih berlangsung hingga 3-4 minggu ke depan. (Foto: BMKG)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga Kamis (20/8/2026), sebanyak 3.489 gempa susulan mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Ribuan gempa dengan kekuatan bervariasi itu terjadi sejak gempa dahsyat berkekuatan magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2016). 

"Hingga tanggal 20 Agustus 2026, pukul 08.00.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 3.489 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar M6,2," kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (20/8/2026).

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Masyarakat diminta memastikan informasi terkait gempa bumi hanya bersumber dari kanal resmi BMKG," ujar Wijayanto..

Terkini, gempa berkekuatan magnitudo (M) 5,7 mengguncang wilayah Pantai Barat Laut Manggarai Timur, NTT, Kamis (20/8/2026) pukul 09.47 WIB. BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

"Gempa bumi ini merupakan rangkaian susulan dari gempa bumi M7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur pada tanggal 15 Agustus 2026 pukul 04.58.23 WIB," kata Wijayanto. 

Dia mengatakan, gempa memiliki kedalaman 10 kilometer dengan episenter berada di koordinat 8,33° LS dan 120,64° BT, atau di darat sekitar 36 kilometer timur laut Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT.

Menurutnya, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut merupakan gempa dangkal akibat aktivitas Flores Back-Arc Thrust. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan turun geser (normal-oblique).

"Untuk hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," ujarnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut