Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi Disertai Gemuruh dan Hujan Abu, 2 Bandara Ditutup
FLORES TIMUR, iNews.id – Aktivitas penerbangan di Nusa Tenggara Timur (NTT) lumpuh total menyusul ditutupnya dua bandara iternasional imbas Gunung Lewotobi Laki-Laki meletus dahsyat, Rabu (17/6/2026) ore WITA. Gunung api tersebut memuntahkan abu vulkanik setinggi kurang lebih 1.500 meter di atas puncak.
Erupsi ini disertai suara gemuruh yang menggelegar dan memicu terjadinya hujan abu vulkanik bercampur pasir serta kerikil di sejumlah desa di lereng gunung. Akibat sebaran abu yang makin meluas, dua bandara di Pulau Flores terpaksa ditutup total.
Dampak dari letusan ini kian meluas seiring tiupan angin kencang. Hingga Rabu sore, sebaran abu vulkanik dilaporkan sudah resmi memasuki wilayah udara Kabupaten Sikka.
Hingga sore ini, Bandara Frans Seda Maumere serta satu bandara lainnya di Flores dipastikan masih ditutup total dari seluruh aktivitas penerbangan komersial.
Berdasarkan data resmi dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-Laki, tinggi kolom abu yang teramati mencapai kurang lebih 3.084 meter di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal yang condong bergerak ke arah barat dan barat laut.
Saat erupsi terjadi, wilayah kaki gunung langsung dilanda hujan abu putih, pasir, serta kerikil dengan intensitas tebal ke arah barat daya.
Letusan sore ini terekam jelas di seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 29,6 mm dan durasi kurang lebih 1 menit 32 detik.
Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki masih tertahan kokoh pada Status Level III (Siaga).
“Terjadi erupsi G. Lewotobi Laki-laki pada hari Rabu, 17 Juni 2026, pukul 17:01 WITA dengan tinggi kolom abu teramati ± 1500 m di atas puncak (± 3084 m di atas permukaan laut),” tulis PVMBG.
Merespons bahaya laten letusan, petugas pos pengamatan bersama pemerintah daerah mengeluarkan imbauan keras agar masyarakat di sekitar kaki gunung, pengunjung, maupun wisatawan tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.