Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kecelakaan di Jombang, 2 Pemotor Luka-Luka Tertimpa Muatan Kayu Terlepas dari Truk
Advertisement . Scroll to see content

Kekerasan terhadap Batita di Denpasar, Korban Dianiaya agar Berhenti Menangis

Sabtu, 30 November 2019 - 11:57:00 WIB
Kekerasan terhadap Batita di Denpasar, Korban Dianiaya agar Berhenti Menangis
Pelaku penganiayaan batita di Denpasar, Bali hingga korban alami patah tulang di paha dan sejumlah luka. (Foto: Indira Arri)
Advertisement . Scroll to see content

Jengkel korban terus menangis, pelaku memukulnya sebanyak tiga kali di bagian punggung. Merasa kesakitan, korban makin histeris.

Pelaku yang marah lantas menginjak paha korban hingga patah tulang. Tak hanya itu, pelaku lantas mengangkat korban dengan cara mencengkeram leher dan tubuh korban bermaksud untuk menenangkan.

Namun cara pelaku menggendong korban seperti mengangakat barang ditambah kuku jari tangan pelaku yang panjang, mengakibatkan ada luka di leher. Korban lalu diletakkan kembali di kasur, dan pelaku sempat memukulnya sekali lagi hingga korban berhenti menangis.

Akibat perbuatannya, pelaku asal Jawa Timur ini dijerat dengan pasal 76c jo pasal 80 UU No 35 tahun 2014 tentang Perubahan UU No 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Diberitakan sebelumnya, seorang batita di Denpasar, Bali, berinisial KMW (2,5) menjadi korban kekerasan yang dilakukan pacar ibunya berinisial AJ (22). Paha korban mengalami patah tulang karena diinjak pelaku.

Korban yang takut dengan pelaku menangis saat terbangun dari tidur. Korban hanya berdua dengan pelaku sementara ibunya sedang pulang ke rumah mengantarkan adik.

Pelaku bermaksud menenangkan korban agar berhenti menangis namun gagal. Hingga akhirnya pelaku jengkel dan memukul korban dan menginjak paha hingga patah tulang.

Editor: Umaya Khusniah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut