Bale Pesandekan biasanya digunakan sebagai tempat Bale Gong saat dilakukan upacara Ngaben di areal makam. Menurut keterangan warga, Bale Pesandekan berukuran 10 x 6 meter itu baru dibangun dua tahun lalu dengan biaya Rp140 juta.
Pohon beringin yang tumbang itu sangat dikeramatkan oleh masyarakat setempat. Setiap ada upacara Ngaben berskala besar, di Bale Pesandekan itu digelar prosesi Ngangget Don Bingin.
Peristiwa tumbangnya pohon beringin itu telah dilaporkan oleh masyarakat dan pemangku adat kepada Pemkot Denpasar. Warga dan pemangku adat berharap pemerintah segera turun-tangan.
Warga kesulitan memotong dan menyingkirkan batang pohon beringin berukuran besar itu, maupun pembersihan ranting di areal makam.
Sebab, menurut keterangan pemangku adat, ada beberapa warga yang dijadwalkan akan menggelar upacara Ngaben di areal makam agung itu.
“Besok ada upacara mungkin,” ujar Jro Mangku Nyoman Suprapta, mangku Pura Dalem Setra Batan Kampuak.
Selain di Banjar Pondok, pohon tumbang akibat angin kencang dan hujan deras dilaporkan juga terjadi di 10 titik lain di Denpasar.
Editor: Reza Yunanto