Status Gunung Agung Bali Turun ke Level Normal, Aktivitas Pendakian Masih Dibatasi
Dari pengamatan instrumental, kegempaan yang terjadi 7 kali gempa Hembusan, 1 kali gempa Vulkanik Dangkal, 12 kali gempa Vulkanik Dalam, 72 kali gempa Tektonik Lokal, dan 404 kali gempa Tektonik.
“Dari jumlah kegempaan vulkanik dalam maupun dangkal dalam setahun terakhir ini telah jauh menurun. Bahkan gempa vulkanik yang terekam jumlahnya tidak signifikan,” ucapnya.
Menurut Rentin, adanya penurunan temperature di permukaan kawah juga mengindikasikan penurunan suplai magma ke permukaan. Deformasi Gunung Agung dalam setahun terakhir juga menunjukkan perubahan tekanan sistem vulkanik yang cenderung stabil dan belum mengindikasikan adanya akumulasi tekanan magma baru.
Meski aktivitas Gunung Agung kembali normal, potensi bahaya primer berupa gas beracun dapat terjadi di sekitar area kawah.
Selain itu ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang terjadi saat musim hujan, dengan membawa material erupsi yang terpapar di area lereng dekat puncak.
Area yang berpotensi dilanda aliran lahar hujan adalah sungai yang berhulu di Gunung Agung, terutama ke arah Utara.
“Dalam level normal ini, masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki, pengunjung atau wisatawan, direkomendasikan untuk membatasi aktivitas di area kawah,” kata Rentin.
Editor: Reza Yunanto