Tarian Adat di Bali yang Masih Ada hingga Saat Ini
Seiring perkembangan jaman, tari ini digunakan untuk menyambut para wisatawan atau tamu tamu kehormatan. Tari ini merupakan jenis tari kekebyaran yang diiringi oleh Gong Kebyar. Pengiring meliputi pengrawit, pepeson, pengawak, pengencet, dan pekaad.
Karena untuk menyambut tamu spesial, maka penari membawa bokor atau mangkok besar berisi bunga yang nantinya akan ditaburkan kepada para tamu tersebut.
Untuk pakaiannya, penari menggunakan tapih berwarna kuning, sabuk prada dan selendang. Sedangkan bagian kepala dihiasi dengan bunga emas, cemara, bunga imitasi dan rambut penari disasak.
Baris yang berasal dari kata bebarisan memiliki arti garis atau formasi berbaris. Hal tersebut mengacu pada prajurit Bali kuno yang senantiasa menjaga kerajaan mereka.
Tarian yang melekat pada laki-laki ini memiliki fungsi menunjukkan kematangan fisik mereka. Tarian ini diajarkan kepada tiap anak lelaki sebelum beranjak dewasa.
Dalam tarian tersebut ada bukti kematangan yang digambarkan dengan aspek patriotik. Gerakan dari tari ini menekankan pada keseimbangan dan kestabilan langkah kaki serta kemahiran menggunakan senjata.
Selain itu, tersapat juga gerakan khas seperti mengangkat kedua lengan dengan tegas dan gerakan mendelik mata atau selendet. Tarian ini diiringi oleh gong kebyar atau gong gede dengan 30 hingga 40 penabuh.
Editor: Faieq Hidayat