206 Rumah Rusak, Ini Analisis BMKG terkait Puting Beliung di Cimenyan Bandung
Ketiga, tutur Kepala BMKG Bandung, faktor global karena terdapat anomali suhu permukaan laut di perairan Jawa Barat yang masih cenderung hangat sehingga berpeluang terjadi pembentukan awan konvektif potensial hujan.
Terkait puting beliung di dataran tinggi, BMKG menyebut hal itu bisa saja terjadi di dataran tinggi atau dataran rendah, slama ada proses pertumbuhan awan Cumulonimbus. Karena ada juga perubahan fungsi lahan misal jadi lahan pertanian atau pemukiman sehingga proses konveksi cukup kuat untuk pembentukan awan Cumulonimbus.
Apalagi, kondisi musim saat ini akan memasuki periode transisi atau pancaroba sehingga fenomena angin puting beliung dan cuaca ekstrem bisa kerap saja terjadi.
Diberitakan sebelumnya, berdasarkan pendataan BPBD Kabupaten Bandung, total 206 rumah warga di Desa Mekarsaluyu, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, rusak akibat diterjang angin puting beliung pada Minggu (28/3/2021) petang. Saat ini, warga, petugas BPBD Kabupaten Bandung, dan relawan membereskan puing bangunan.
Selain rumah, tercatat ada dua sekolah yang rusak yakni SDN 1 Ciburial dan SMPN 2 Cimenyan. "Ke-206 rumah rusak itu tersebar di tiga rukun warga (RW). Perinciannya, RW 3 terdapat 135 rumah, RW 4 sebanyak 11 rumah, RW 5 ada 19 rumah, dan RW 6 sebanyak 41 rumah," kata Sekretaris Desa Mekarsaluyu Dedi Selamet Kurniawan, Senin (29/3/2021).
Dedi mengemukakan, dua warga mengalami luka berat dan empat luka ringan akibat bencana angin puting beliung tersebut. "Warga yang luka berat telah mendapatkan penanganan dari tim medis di RS Hasan Sadikin Bandung dan kondisinya berangsur membaik," ujarnya.
Editor: Agus Warsudi