Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tragedi Kecelakaan Pikap Tewaskan 12 Orang di Indramayu, Menantu Ungkap Firasat Aneh
Advertisement . Scroll to see content

5 Fakta Kecelakaan Pikap Rombongan Pengantin Tewaskan 12 Orang di Indramayu

Senin, 13 Juli 2026 - 16:06:00 WIB
5 Fakta Kecelakaan Pikap Rombongan Pengantin Tewaskan 12 Orang di Indramayu
Polisi menyelidiki penyebab kecelakaan maut truk tronton menabrak pikap rombongan pengantin di Indramayu. Sebanyak 11 orang tewas dalam kecelakaan itu, Minggu (12/7/2026). (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

3. Antarkan Pengantin

Kepala Desa Cempeh, Carkana mengatakan, rombongan tersebut baru selesai mengantar pengantin dan sedang dalam perjalanan pulang ketika terjadi kecelakaan.

“Mereka baru mengantar pengantin. Pulang dari sana, putar balik terjadi kecelakaan itu,” ujarnya.

“Korban itu warga satu RT, ada korban ayah dan anak juga,” katanya.

4. Diduga Sopir Tronton Lalai

Kasatlantas Polres Indramayu AKP Undang Syarif Hidayat

menduga kecelakaan terjadi karena pengemudi truk boks yang berada di belakang pikap kurang mengantisipasi kendaraan di depannya saat hendak berputar arah. Namun, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan.

Petugas telah mengamankan sopir truk boks untuk menjalani pemeriksaan. Polisi juga masih meminta keterangan sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti di lokasi kecelakaan. Kasus kecelakaan maut yang menewaskan 12 orang tersebut kini ditangani Unit Penegakan Hukum Satlantas Polres Indramayu.

5. Isak Tangis Iringi Pemakaman 12 Korban

Isak tangis tak terbendung mewarnai pemakaman massal 12 korban kecelakaan maut rombongan pengantin di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Hingga Senin (13/7/2026), seluruh korban yang kini tercatat mencapai 12 orang meninggal dunia telah selesai dimakamkan di beberapa Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat.

Jenazah korban kecelakaan maut mobil pikap di Indramayu asal Desa Cempeh saat persiapan pemakaman di empat TPU berbeda, Senin (13/7/2026). (Foto: iNews TV/Toiskandar)
Jenazah korban kecelakaan maut mobil pikap di Indramayu asal Desa Cempeh saat persiapan pemakaman di empat TPU berbeda, Senin (13/7/2026). (Foto: iNews TV/Toiskandar)

Suasana duka yang mendalam masih sangat terasa menyelimuti warga di Desa Cempeh, Kecamatan Lelea dan Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener. Isak tangis dari pihak kerabat terus mengiringi prosesi pengantaran jenazah ke liang lahad.

Hubungan kekerabatan yang erat di antara para korban membuat tragedi di Jalur Pantura ini menjadi pukulan telak bagi warga setempat. Dari 12 korban jiwa yang meninggal dunia, sembilan di antaranya merupakan warga Blok Jemeti, Desa Cempeh, Kecamatan Lelea.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut