Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau sampai Bandung, Sekolah Wajibkan Siswa Pakai Masker
Menurut Asep, abu vulkanik memiliki partikel halus yang dapat berdampak terhadap kesehatan apabila terhirup dalam jumlah tertentu. Paparan abu vulkanik berpotensi menyebabkan gangguan seperti iritasi hidung, tenggorokan, hingga saluran pernapasan.
Disdik Kota Bandung juga meminta kepala sekolah memantau kondisi lingkungan masing-masing serta memastikan ketersediaan masker bagi warga sekolah yang membutuhkan.
Koordinasi dengan orang tua siswa juga terus dilakukan agar langkah pencegahan dapat berjalan bersama. Masyarakat sekolah diminta tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan selama abu vulkanik masih berpotensi memengaruhi kualitas udara.
“Kami mengajak seluruh warga sekolah dan orang tua untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta menjalankan langkah-langkah pencegahan yang telah dianjurkan,” katanya.
Sebelumnya, Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, mengalami erupsi yang menyebabkan sebaran abu vulkanik ke sejumlah wilayah.
Dampak abu vulkanik tersebut dirasakan di beberapa daerah, termasuk wilayah Jawa Barat. Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga kesehatan masyarakat.
Dengan penerapan penggunaan masker dan pembatasan aktivitas luar ruangan, kegiatan pembelajaran di sekolah diharapkan tetap berjalan aman dan kondusif di tengah kondisi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Editor: Donald Karouw