Basarnas Perpanjang Waktu Pencarian 3 Korban Longsor di Sukajaya Bogor
Sebelumnya, tim SAR gabungan menggunakan alat penyemprot air untuk melunakkan lumpur di titik-titik dicuriga lokasi korban tertimbun. Namun upaya ini tak membuahkan hasil.
Kemudian petugas mengerahkan anjing pelacak dari Dit Polisi Satwa Mabes Polri dan Unit Polisi Satwa Dit Sabhara Polda Jabar. Dua anjing pelacak itu pun belum berhasil menemukan korban.
Kasubdit Pengerahan dan Pengendalian Operasi Basarnas, Agus Haryono mengatakan, GPR ini kinerjanya seperti sistem tsunami. Kerjanya bisa mendeketsi objek-objek atau benda tanah atau longsoran.
“Jadi nanti muncul image di layar monitor. Tapi harus kita analisa, karena alat ini memang tidak langsung berupa visualisasi objek tersebut apakah itu manusia apakah batang, kayu. Kita analisas dimensinya, setelah itu kita gali dan kita buktikan,” katanya.
Keuntungan alat GPR itu, kata dia, membantu petugas SAR dalam area pencarian korban bencana. Alat itu bisa mendeteksi sampai kedalaman tiga meter. “Di satu titik kita temukan objek mencurigai, kita analisa. Tadi untuk pencarian hari ini, setelah kita analisa ada objek-objek yang terdeteksi. Besok kalau cuaca cerah kita lakukan penggalian,” ujarnya.
Editor: Kastolani Marzuki