BMKG: Abu Anak Krakatau Mulai Berkurang di Bandung, Sukabumi dan Bogor Masih Terdampak
BANDUNG, iNews.id - Sebaran abu vulkanikGunung Anak Krakatau di wilayah Bandung Raya, Jawa Barat mulai berkurang setelah erupsi. Masyarakat tetap diminta waspada karena abu vulkanik masih terpantau di sejumlah wilayah Jawa Barat.
BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Bandung terus memantau kondisi udara di Bandung Raya setelah abu vulkanik menyebar ke wilayah tersebut. Hasil paper test menunjukkan jumlah abu yang terpantau mulai menurun dibandingkan hari sebelumnya.
Namun, dampak sebaran abu masih dirasakan di wilayah Jawa Barat bagian barat, terutama Sukabumi dan Bogor. BMKG mencatat abu vulkanik saat ini bergerak ke arah barat dan barat daya mengikuti arah angin.
"Untuk wilayah Bandung sudah mulai membaik, namun untuk Jawa Barat bagian barat, terutama Sukabumi dan Bogor masih dirasakan," ujar Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Bandung, Mia Fadhila.
Angin bertiup dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan rata-rata dua hingga enam knot. Kondisi angin tersebut turut memengaruhi arah pergerakan abu vulkanik di wilayah Jawa Barat.
"Untuk abu pada pagi hari ini terpantau arahnya menuju barat dan barat daya karena langit umumnya bertiup dari arah timur hingga tenggara," ucapnya.
BMKG memperkirakan sisa abu vulkanik masih dapat bertahan selama satu hingga dua hari ke depan. Lama paparan bergantung pada kondisi cuaca, terutama arah dan kecepatan angin.
Sejumlah warga masih melaporkan adanya abu vulkanik, meskipun intensitasnya tidak lagi setebal sehari sebelumnya. Pemantauan kondisi udara dan pergerakan abu terus dilakukan untuk melihat perkembangan dampaknya.
Dia mengimbau masyarakat tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan selama abu vulkanik masih terpantau.
Masyarakat juga diminta menggunakan masker dan kacamata saat beraktivitas di luar ruangan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko paparan sisa abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Editor: Kurnia Illahi