BRI Ajak Jurnalis Menanam di BRInita Bandung, Dorong Ketahanan Pangan Perkotaan
Pengembangan BRInita diperkuat melalui bantuan sarana pertanian dan pendampingan masyarakat secara bertahap pada 2025–2026.
Pada 2025, BRI menyalurkan 16 jenis bantuan, antara lain 200 tanaman siap tanam, 250 pot, benih, pupuk, tandon air berkapasitas 500 liter, instalasi penyiraman tetes, serta 3.460 pot dan bibit tanaman untuk pengembangan vertical garden.
Pada 2026, dukungan diperluas menjadi 28 jenis barang dan perlengkapan, meliputi pot, polybag, tray semai, bibit sayuran, sarana pengelolaan sampah, serta perlengkapan budidaya ikan dalam ember (budikdamber) dan 200 bibit lele.
BRI juga mendukung pengembangan produk olahan melalui bantuan desain dan pencetakan kemasan, di antaranya untuk minuman bunga telang dan cheese stick pakcoy.
Selain bantuan fisik, masyarakat mendapatkan pelatihan dan pendampingan mengenai budidaya tanaman, pengelolaan urban farming, pengolahan hasil pertanian, serta pengelolaan lingkungan. Upaya ini diharapkan meningkatkan keterampilan masyarakat agar mampu mengelola kawasan secara mandiri dan berkelanjutan.
BRInita tidak hanya berorientasi pada produksi pangan, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan perkotaan melalui penambahan ruang hijau dan pengelolaan limbah organik.
Di berbagai lokasi BRInita, masyarakat mengembangkan pupuk organik cair, eco enzyme, produk olahan pupuk, hingga budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF). Praktik ini mendorong pemanfaatan kembali sampah rumah tangga menjadi sumber daya produktif.
Program tersebut juga mendukung sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya ketahanan pangan, kesehatan, pemberdayaan perempuan, kota berkelanjutan, konsumsi dan produksi bertanggung jawab, serta penanganan perubahan iklim.