BRI-Pemerintah Hubungkan Dunia dengan Indonesia, Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal
JAKARTA, iNews.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI memperkuat perannya dalam menghubungkan investor global dengan peluang investasi di Indonesia sekaligus membuka akses bagi korporasi nasional dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas pasar internasional.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi bersama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dalam forum A Taste of Harmony: From Global Partnership to Local Impact di Wisma Habibie Ainun, Jakarta, Jumat (16/10/2026), yang mempertemukan perwakilan pemerintah, diplomat, dan pelaku bisnis internasional.
Mengusung semangat Connecting Global Opportunities, Empowering Indonesia, Delivering Impact, forum tersebut dihadiri Direktur Corporate Banking BRI Riko Tasmaya, Direktur Treasury and International Banking BRI Farida Thamrin, serta Direktur Commercial Banking BRI Alexander Dippo Paris Y.
Acara ini turut dihadiri perwakilan dari 14 negara, di antaranya Belanda, Australia, Irlandia, Thailand, Qatar, Jerman, Vietnam, dan Italia. Hadir pula Duta Besar Republik Indonesia untuk Belgia, Uni Emirat Arab, dan Vietnam, serta perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia di India, Jepang, dan China.
Sejumlah perwakilan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, serta asosiasi bisnis dan kamar dagang internasional juga berpartisipasi, termasuk American Chamber of Commerce in Indonesia (AmCham), European Business Chamber of Commerce in Indonesia (EuroCham), dan British Chamber of Commerce in Indonesia (BritCham).
Forum tersebut menjadi wadah dialog strategis untuk memperkuat kemitraan internasional, menjajaki peluang investasi, serta mendorong kolaborasi bisnis yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional dan pelaku usaha di Indonesia.
Direktur Corporate Banking BRI Riko Tasmaya menegaskan kesiapan perseroan menjadi mitra strategis investor global dengan mengandalkan pemahaman terhadap pasar domestik, jaringan bisnis yang luas, serta kapabilitas layanan perbankan internasional.
“Melalui semangat Satu Bank untuk Semua, BRI berupaya menghubungkan peluang investasi global dengan potensi ekonomi nasional melalui solusi pembiayaan, layanan transaksi, dan jaringan bisnis yang terintegrasi. Kami ingin memastikan bahwa dukungan perbankan tidak hanya menjawab kebutuhan perusahaan dalam menjalankan bisnisnya, tetapi juga membantu memperkuat keterhubungan antara investor, perusahaan nasional, dan UMKM dalam rantai pasok industri,” ujar Riko.
Menurut dia, masuknya modal internasional diharapkan menciptakan efek berganda melalui peningkatan investasi dan produktivitas, pengembangan kapasitas industri, serta penciptaan lapangan kerja. Perluasan kemitraan global juga membuka peluang bagi perusahaan nasional dan UMKM untuk meningkatkan kapasitas usaha, berpartisipasi dalam rantai pasok, serta memperluas pemasaran produk Indonesia ke pasar internasional.

Untuk mendukung investor asing yang ingin berinvestasi dan mengembangkan usaha di Indonesia, BRI mengoptimalkan layanan perbankan melalui pendekatan Foreign Direct Investment (FDI) Services. Layanan ini dirancang untuk mendukung kebutuhan perbankan investor sejak tahap awal penjajakan hingga pelaksanaan dan pengembangan usaha, dengan mempertimbangkan kebutuhan, ketentuan, serta kelayakan masing-masing nasabah.
Sebagai pelengkap, BRI bersama Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM juga meluncurkan investment guidebook sebagai referensi bagi investor untuk memahami peluang dan proses investasi di Indonesia.
Melalui FDI Services, BRI mendukung berbagai kebutuhan perbankan investor, mulai dari pendampingan untuk mengidentifikasi kebutuhan dan menghubungkan investor dengan solusi yang relevan hingga pembukaan rekening guna mendukung operasional perusahaan sesuai persyaratan yang berlaku.
BRI juga menyediakan layanan cash management untuk membantu perusahaan mengelola penerimaan, pembayaran, dan arus kas secara lebih terstruktur. Untuk aktivitas bisnis internasional, dukungan transaksi lintas negara, termasuk transfer dana internasional, tersedia sesuai koridor transaksi dan ketentuan yang berlaku.
Dari sisi pengelolaan keuangan, layanan treasury dapat mendukung kebutuhan transaksi valuta asing dan pengelolaan risiko keuangan sesuai produk serta fasilitas yang tersedia. Sementara itu, solusi pembiayaan dapat dijajaki untuk memenuhi kebutuhan modal kerja maupun investasi dengan mempertimbangkan profil risiko, kebutuhan bisnis, dan hasil analisis kelayakan kredit.
Melalui pendekatan tersebut, FDI Services diharapkan membantu investor memperoleh dukungan perbankan yang lebih terkoordinasi, mulai dari kebutuhan transaksi dan pengelolaan keuangan hingga penjajakan solusi pembiayaan. Layanan ini sekaligus memperkuat peran BRI sebagai mitra perbankan bagi perusahaan yang ingin membangun atau memperluas kegiatan usaha di Indonesia.

Untuk melengkapi dukungan bagi dunia usaha, BRI menghadirkan One BRI Solution, pendekatan layanan keuangan terintegrasi yang mencakup solusi pembiayaan, pengelolaan transaksi, serta dukungan perbankan bagi ekosistem bisnis secara menyeluruh. Ekosistem tersebut meliputi perusahaan utama hingga pemasok, distributor, pelanggan, dan karyawan.
Dukungan ini diperkuat melalui platform digital QLola by BRI, yang memungkinkan nasabah korporasi mengelola berbagai kebutuhan transaksi dan keuangan bisnis secara lebih praktis dan terintegrasi. Dengan memadukan kapabilitas layanan perbankan, pemahaman terhadap pasar domestik, dan jaringan internasional, BRI berupaya mendukung kelancaran operasional investor sekaligus memperkuat keterhubungan mereka dengan ekosistem usaha nasional.
“Ke depan, BRI akan terus mengoptimalkan kapabilitas dan jaringan yang dimiliki untuk memastikan peluang kerja sama internasional dapat ditindaklanjuti menjadi kegiatan usaha yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia. Kami percaya, sinergi antara diplomasi ekonomi, investasi, dan layanan perbankan dapat menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkas Riko.
Editor: Maria Christina