Cerita Rakyat Jawa Barat, Asal Usul Kota Bandung
Wira dengan cerdik memikirkan sebuah cara untuk memadamkan lahar tesebut. Sedangkan Jaka justru berpikir bahwa itu adalah hal mustahil untuk dilakukan. Wira yang sudah memiliki rencana matang pun segera menjalankan aksinya.
Wira mencari sumber air yang memiliki volume yang besar. Dia pun menemukan sebuah sungai yang kini dikenal dengan Sungai Citarum. Dengan ilmu yang telah Wira dapatkan dari Empu Wisesa, dia meruntuhkan bukit untuk membendung aliran Sungai Citarum.
Karena lahar Gunung Tangkuban Perahu berada di cekungan rendah, akhirnya air yang meluap dari Sungai Citarum mulai mengalir menuju lahar yang sangat panas. Air tersebut berhasil memadamkan lahar Gunung Tangkuban Perahu yang sudah sangat lama tidak kunjung berhenti keluar. Jika lahar tersebut tidak dipandamkan nantinya bisa membahayakan banyak orang di sekitar.
Setelah Wira berhasil memadamkan lahar tersebut, Empu Wisesa pun menepati janjinya. Dia menikahkan Sekar, putri semata wayangnya yang sangat dia cintai dengan anak muridnya, Wira. Pernikahan mereka digelar dengan sangat meriah dan mengundang banyak warga sekitar.
Beberapa tahun kemudian, bendungan air tersebut semakin surut dan mengering. Bendungan yang mengering berubah menjadi lahan subur. Wira dan Sekar akhirnya memutuskan untuk pindah ke lahan tersebut. Dibuatlah ladang dan sawah dengan hasil panen yang sangat melimpah.
Para warga sekitar pun juga ikut berdatangan untuk pindah ke lahan tersebut. Mereka juga mulai bertani dan bercocok tanam di lahan tersebut. Setelah sekian lama akhirnya Wira pun diangkat menjadi pemimpin di daerah baru itu.
Lahan tersebut akhirnya kini menjadi sebuah daerah maju dan terkenal yang kita kenal dengan sebutan “Bandung” yang berasal dari kata bendung.
Editor: Agus Warsudi