Gas Subsidi ke Garut Selalu Kurang, Perlu Pasokan Tambahan Jelang Ramadhan
"Apa yang terjadi, masyarakat Garut bergejolak dan datang pada kami. Padahal biasanya 4 sampai 5 bulan ke belakang masyarakat Garut adem, intinya Pertamina harus mendengar ajuan dari pemda karena pemda punya hitungan-hitungan sendiri untuk memenuhi kebutuhan prasejahtera," ujarnya.
Salah seorang pengecer gas subsidi di Kampung Lengkong Kaler, Desa/Kecamatan Samarang, Garut, Yatno mengatakan, setiap sepekan sekali hanya disediakan stok 30 tabung, jumlah itu langsung habis satu sampai dua hari. Selebihnya masyarakat harus mencari gas ke tempat lain.
Dia berharap, ada penambahan stok gas subsidi untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan usaha di kampungnya yang idealnya membutuhkan 100 tabung gas setiap pekan.
"Gas habis terus, misalkan hari ini dikirim 30 tabung, dua hari atau paling lama tiga hari sudah habis lagi, berikutnya nunggu dikirim lagi," katanya.
Sementara itu, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswanamigas) Kabupaten Garut belum dapat memberikan keterangan terkait minimnya stok untuk menjaga ketersediaan gas saat momentum libur panjang.
Editor: Asep Supiandi