Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Misteri Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur, Polisi Dalami Dugaan Geng Motor Terlibat
Advertisement . Scroll to see content

Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, Dirut PJT II Janji Evaluasi Keamanan

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:57:00 WIB
Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, Dirut PJT II Janji Evaluasi Keamanan
Petugas dibantu warga mengevakuasi jasad satpam Waduk Jatiluhur yang ditemukan tewas dengan tangan terborgol di sekitar waduk. (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

PURWAKARTA, iNews.id – Direktur Utama Perum Jasa Tirta (PJT) II, Imam Santoso, membantah tudingan bahwa kawasan Objek Vital Nasional (Obvitnas) Waduk Jatiluhur tidak dilengkapi kamera pengawas (CCTV). 

Pernyataan ini disampaikan menanggapi sorotan publik atas kasus tewasnya seorang satpam bernama Sumarna (42) yang ditemukan dengan kondisi kedua tangan terborgol di perairan Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.

Klarifikasi tersebut disampaikan langsung oleh Imam Santoso saat bertakziah ke rumah duka almarhum di Desa Kembangkuning, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Kamis (30/7/2026).

Imam menegaskan, kawasan Waduk Jatiluhur saat ini telah terpasang sebanyak 27 unit kamera CCTV di berbagai titik strategis. 

"Kami tegaskan bahwa Waduk Jatiluhur saat ini dilengkapi 27 titik CCTV. Tiga di antaranya berada di area Radial Gate dan rekaman videonya sudah kami serahkan penuh kepada penyidik kepolisian. Namun lokasi ditemukannya korban memang berada sekitar dua kilometer dari jangkauan kamera terdekat. Ke depan, kami segera melakukan evaluasi menyeluruh dan menambah titik CCTV," ujar Dirut PJT II, Imam Santoso, Kamis (30/7/2026).

Meskipun memiliki puluhan kamera pengawas, pihak PJT II mengakui bahwa lokasi ditemukannya jasad Sumarna di kawasan Perairan Tanggul Hayat berada di luar jangkauan pengawasan visual kamera.

Jarak antara titik ditemukannya korban dengan kamera CCTV terdekat diperkirakan mencapai dua kilometer, sehingga pergerakan korban maupun potensi ancaman di lokasi tersebut tidak terekam kamera. 

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti secara tajam lemahnya sistem pengawasan di kawasan strategis Waduk Jatiluhur. Dedi menilai fasilitas infrastruktur pemodelan Objek Vital Nasional penyuplai air bersih, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), pengendali banjir, dan irigasi pertanian tersebut mestinya dilengkapi pengawasan ketat. 

Dedi menekankan pentingnya kehadiran jaringan CCTV komprehensif yang terhubung langsung dengan Command Center (ruang kendali) beroperasi 24 jam penuh untuk memantau setiap aktivitas mencurigakan serta mencegah kejahatan.

"Sebagai Objek Vital Nasional yang menopang listrik, pasokan air, hingga irigasi pertanian, Waduk Jatiluhur harus memiliki jaringan CCTV terintegrasi dan Command Center 24 jam. Ini penting agar setiap ancaman atau potensi kejahatan dapat terdeteksi sejak awal," kata Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, Kamis (30/7/2026).

Hingga saat ini, jajaran Satreskrim Polres Purwakarta masih melakukan penyelidikan mendalam dan mengumpulkan bukti-bukti petunjuk guna mengungkap teka-teki penyebab pasti kematian Sumarna.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut