Kasus Peredaran Narkoba di Sukabumi Masih Tinggi, Kejari Blender 4 Kg Sabu
"Sebagai aparat penegak hukum kita melakukan pemusnahan ini agar tidak terjadi penumpukan barang bukti yang sudah berkekuatan hukum tetap, karena ini cukup berisiko. Memang kalau melihat jumlah yang dominan itu sabu-sabu dan ganja," kata Kajari Kota Sukabumi.
Setiyowati menyatakan, hampir di seluruh Indonesia peredaran sabu-sabu dan ganja itu belum bisa diberantas sampai tuntas. Jalur perdagangan barang haram itu tembus ke semua wilayah. "Untuk perkara sabu, kami selalu kasih hukuman berat, terutama residivis bisa ditambah tiga perempat hukumannya," ujar Setiyowati.
Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sy Zainal Abidin mengakui perkara peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Sukabumi cukup menyorot perhatian. Namun yang paling penting adalah upaya preventif dan preemtif menyelamatkan generasi-generasi muda agar tak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.
"Konteks giat yang kita lakukan lebih banyak ke preventif, preemtif, hingga penegakan hukum. Kita mengambil momen kemarin pada saat masa orientasi sekolah, melakukan sosialisasi kepada remaja-remaja tentang bahaya narkoba," kata Kapolres Sukabumi Kota.
Sementara itu, Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi menilai, terdapat banyak faktor mengapa angka peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayahnya ini cukup tinggi.
"Sukabumi ini kan menjadi kota transit. Meskipun pelaku atau korbannya bukan dari Kota Sukabumi. Tetapi ini lah yang menjadi beban kita karena Kota Sukabumi adalah kota transit," kata Wali Kota Sukabumi.
Karena itu, ujar Achmad Fahmi, mengajak Forkopimda sesuai kewenangan masing-masing untuk sama-sama memberantas peredaran narkoba. Jika Forkopimda Kota Sukabumi kompak, semua bisa teratasi. Selain itu kepada masyarakat, jangan mencoba sesuatu yang tidak perlu dicoba.
Editor: Agus Warsudi