Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Apa Itu Super Flu alias Influenza A (H3N2) Subclade K yang Kini Menyerang Indonesia?
Advertisement . Scroll to see content

Kasus Super Flu di Bandung Melonjak, RSUD Dibanjiri 2.860 Pasien

Jumat, 25 September 2026 - 13:38:00 WIB
Kasus Super Flu di Bandung Melonjak, RSUD Dibanjiri 2.860 Pasien
Kasus super flu atau Influenza A di RSUD Bandung Kiwari melonjak tajam dalam tiga pekan terakhir. (Foto: iNews TV)
Advertisement . Scroll to see content

BANDUNG, iNews.id – Jumlah pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Bandung Kiwari melonjak tajam dalam tiga pekan terakhir. Terhitung sejak periode 1 hingga 21 September 2026, tercatat sebanyak 2.860 pasien mendatangi ruang penanganan darurat tersebut akibat merebaknya kasus Influenza A yang akrab disapa "Super Flu".

Dari total kunjungan tersebut, sebanyak 61 persen pasien harus menjalani perawatan intensif di ruang rawat inap, sementara 31 persen lainnya diperbolehkan rawat jalan atau pulang usai penanganan awal. 

Pihak manajemen rumah sakit membeberkan bahwa kasus yang paling banyak ditangani di IGD meliputi pasien anak-anak yang mengeluhkan gejala demam tinggi mendadak, serta pasien dewasa dengan diagnosa infeksi paru-paru atau pneumonia. 

Tingginya angka lonjakan pasien sempat membuat kapasitas ruang rawat inap di RSUD Bandung Kiwari terisi penuh (over kapasitas). Dampaknya, rata-rata sebanyak 10 pasien per hari harus bersabar mengantre di IGD untuk mendapatkan ketersediaan kamar inap. 

Meski terjadi penumpukan, pihak rumah sakit menegaskan komitmen penanganan medis tanpa penolakan. 

"Kami tidak pernah menutup pintu bagi pasien yang membutuhkan penanganan. Setiap pasien yang datang tetap diperiksa dan menjalani proses triase sesuai tingkat kegawatdaruratannya," ujar Direktur Utama RSUD Bandung Kiwari, Arief Budiman, Jumat (25/9/2026). 

Menanggapi fenomena kenaikan kasus Influenza A di wilayahnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bergerak cepat meningkatkan kewaspadaan di seluruh lini pelayanan kesehatan.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memastikan seluruh puskesmas dan rumah sakit di Kota Bandung meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi lonjakan, sebagaimana pola penanganan yang diterapkan saat pandemi Covid-19 lalu.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut