Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prihatin! Tanpa Siswa Baru, SDN di Sidoarjo Hanya Miliki 12 Murid
Advertisement . Scroll to see content

Kelas Rusak, Puluhan Siswa SD Negeri di Bogor Belajar Beratap Tenda

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:43:00 WIB
Kelas Rusak, Puluhan Siswa SD Negeri di Bogor Belajar Beratap Tenda
Puluhan siswa SD Negeri Cadas Leueur di Desa Bantar Karet, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar di bawah tenda darurat. (Foto: iNews).
Advertisement . Scroll to see content

BOGOR, iNews.id - Puluhan siswa SD Negeri Cadas Leueur di Desa Bantar Karet, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar di bawah tenda darurat selama tiga tahun terakhir. Kondisi ini terjadi karena tiga ruang kelas rusak hingga kini belum juga diperbaiki.

Memasuki tahun ajaran baru, sebanyak 49 siswa harus belajar di lapangan sekolah yang hanya beratapkan dan beralaskan terpal. Ruang belajar darurat tersebut menjadi satu-satunya alternatif agar proses pembelajaran tetap berlangsung.

Para siswa harus mengikuti pelajaran di bawah terik matahari dengan fasilitas yang sangat terbatas. Kondisi tersebut dinilai jauh dari kata layak dan nyaman untuk kegiatan belajar mengajar.

Pihak sekolah menyebut penggunaan tenda merupakan inisiatif agar proses pendidikan tidak terhenti. Hingga kini, tiga ruang kelas yang mengalami kerusakan belum mendapat perbaikan dari pemerintah.

Dalam wawancara, salah seorang siswi, Siti Nuraeni berharap dapat kembali belajar di ruang kelas yang aman dan nyaman. "Enggak enak dan takut banget kalau kena angin kencang takut roboh. Kaki juga pegal-pegal," kata Siti Nuraeni.

Sementara itu, Wakil Kepala SD Negeri Cadas Leueur, Iwan mengatakan kerusakan tiga ruang kelas telah berlangsung selama tiga tahun. 

Pihak sekolah telah berupaya mengusulkan pembangunan, namun hingga kini belum terealisasi sehingga siswa terpaksa belajar di bawah tenda.

Kondisi bangunan sekolah yang belum diperbaiki juga memunculkan kekhawatiran. Pihak sekolah dan orang tua siswa cemas apabila kerusakan meluas dan membahayakan keselamatan murid.

"Karena kita kekurangan ruang kelas. Yang belajar di tenda itu kelas III ada 49 siswa. Sebenarnya ini sudah lama, sebelum kepala sekolah yang sekarang sudah sering mengajukan untuk perbaikan cuma, enggak tahu datanya tiba-tiba jadi hilang, sekolah lain yang masuk," ujar Iwan.

Mereka berharap Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pendidikan segera merealisasikan pembangunan tiga ruang kelas yang rusak. 

Dengan demikian, para siswa dapat kembali belajar di ruang kelas yang layak, aman, dan nyaman tanpa harus mengikuti pembelajaran di bawah tenda darurat.

Editor: Kurnia Illahi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut