Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Penanganan Covid-19 di Pangandaran Butuh Rp34 Miliar, Gaji Pegawai Non-PNS Terdampak
Advertisement . Scroll to see content

Kematian Pasien Covid-19 di Pangandaran 182 Orang, Ini Penyebabnya

Selasa, 03 Agustus 2021 - 12:13:00 WIB
Kematian Pasien Covid-19 di Pangandaran 182 Orang, Ini Penyebabnya
Kasus kematian warga Pangandaran akibat Covid-19 sebesar 3,38 persen dari total kasus infeksi virus Corona. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

Berdasarkan informasi yang diterima, kata Bupati Pangandaran, isu tersebut menyebabkan masyarakat yang sakit enggan datang berobat ke layanan kesehatan seperti ruskesmas atau rumah sakit.

"Bahayanya jika seorang mengalami gejala Covid-19 dan enggan di-swab lalu berkeliaran dan berinteraksi dengan orang di sekeliling (akan menularkan virus Corona)," tutur Bupati.

Bahkan ada beberapa orang yang positif Covid-19, lebih memilih tidak ditangani medis sehingga penyakitnya semakin berat. "Setelah seseorang yang dinyatakan positif Covid-19 itu bergejala berat baru mau ditangani medis. Inilah yang menjadi penyebab angka kematian Covid-19 di Pangandaran menempati 3,38 persen," ucap Jeje.

Jika masyarakat enggan mendapat penanganan medis saat bergejala, akan terlambat mendapat interverensi medis. "Padahal pertolongan medis saat bergejala Covid-19 jadi kunci utama untuk menekan angka kematian," ujarnya.

Untuk menakan angka kematian pasien Covid-19, Bupati Pangandaran merancang program penanganan pasien positif Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri dengan menugaskan perawat Covid-19 di setiap Desa.

"Untuk Desa yang jangkauannya kecil cukup ditugaskan satu perawat Covid-19. Tapi yang jangkauannya luas ditugaskan dua orang," tutur Bupati Pangandaran.

Tugas perawat Covid-19 itu, kata Jeje, memantau ketat perkembangan kesehatan setiap pasien positif Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri. "Jika perkembangan pasien positif Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri mulai terlihat berat, perawat tersebut harus langsung koordinasi dengan dokter spesialis dan merujuknya ke RSUD," ucap Jeje. SYAMSUL MA'ARIF

Editor: Agus Warsudi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut