Klaster Pesantren di Tasikmalaya, Semua Santri Positif Covid-19 Telah Sembuh
Setelah tidak adanya klaster pesantren, kata dia, maka Provinsi Jabar akan mengevaluasi perkembangan kasus penularan Covid-19 itu, kemudian menentukan kembali kebijakan penetapan pembatasan kegiatan masyarakat.
Jika status Kota Tasikmalaya masih zona merah, kata dia, maka pemerintah daerah akan terus memperketat kegiatan masyarakat untuk mencegah penularan Covid-19.
"Namun sekarang pendekatannya lebih ke mikro, kalau ada RT yang merah, wilayah itu yang di-lockdown," tutur Ivan.
Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya mencatat jumlah kasus positif Covid-19 di pondok pesantren sebanyak 389 orang, mereka adalah santri, pengajar dan karyawan.
Mereka yang terpapar Covid-19 menjalani isolasi di asrama pesantren, Hotel Crown, Rumah Sakit Dewi Sartika, Rumah Sakit Purbaratu, dan Rumah Sakit Umum Daerah dr Soekarjo, hingga akhirnya sembuh setelah menjalani isolasi dan penanganan medis selama 10 sampai 14 hari.
Editor: Agus Warsudi