Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Keren Pisan, 4 Kuliner Majalengka Akan Dipamerkan di Jerman 
Advertisement . Scroll to see content

Makanan Khas Jawa Barat, Leumeung Hanya Disantap di Waktu Khusus

Kamis, 24 Maret 2022 - 11:05:00 WIB
Makanan Khas Jawa Barat, Leumeung Hanya Disantap di Waktu Khusus
Salah satu makanan khas Jawa Barat adalah leumeung di Kampung Krajan, Desa Cikeris, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta. (Foto: iNews.id/Asep Supiandi)
Advertisement . Scroll to see content

Begitu pula saat menyantap tidak setiap waktu, hanya disajikan ketika panen raya atau menjelang puasa Ramdhan atau disebut ngaleumeung.

Satu-satunya perajin leumeung yang masih mempertahankan tradisi itu, yakni H Dayat (61) warga Kampung Krajan RT 14/1 Desa Cikeris, Kecamatan Bojong. Dia pun meyakini makanan khas di Jawa Barat ini jauh sebelum sate maranggi berkembang di Purwakarta.

Kemampuan membuat leumeung ini dapat secara turun temurun dari bapak dan kakeknya dulu. Saat ini hanya dirinyalah yang masih memproduksi penganan tradisonal itu. 

“Saya tidak tahu persis kapan leumeung itu ada, yang jelas merpakan makanan para karuhun. Hanya saja, dulu waktu masih kecil suka diajak ngaleumeng di sawah bersama keluarga atau tetangga," ujar H Dayat.

Menurutnya, enganan ini dibuat dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada. Bumbu dasar, seperti batang kecombrang, daun salam, serai, kunyit, kemiri dan bawang daun banyak tersedia di kebun. Bumbu itulah yang sering dimanfaatkan untuk membuat leumeung. 

H Dayat sibuk mengolah leumeungsebagai salah satu makanan khas Jawa Barat. (Foto: iNews.id/Asep Supiandi)
H Dayat sibuk mengolah leumeungsebagai salah satu makanan khas Jawa Barat. (Foto: iNews.id/Asep Supiandi)


Terlebih banyak pula warga kampung yang memelihara ayam, ikan atau domba. Jadi bumbu yang didapat di kebun sekitar serta hewan ternak yang ada benar-benar diolah menjadi penganan khas.

Dia pun menyebutkan, dari mulai mengolah bumbu, membakar hingga tersaji siap disantap, membutuhkan waktu sekitar 5 jam. Uniknya bagian dalam potongan bambu tidak dibersihkan dulu. 

“Justru serbuk alami yang berada di dalam bambu itulah memberikan cita rasa tersendiri. Rasanya akan berbeda jika dibersihkan dulu,” katanya.

Setelah menunggu berjam-jam, akhirnya leumeung pun matang. Sebilah golok langsung membelah bambu yang masih mengepulkan asap. Aroma wangi khas pun menyeruak dan menusuk hidung. Tak sabar rasanya untuk segera melahap habis penganan langka itu.  

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut