Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kasus Gangguan Jiwa Berat di Bandung Naik, Kesehatan Mental Jadi Perhatian
Advertisement . Scroll to see content

Nasib Adibah dan Fathullah Pasutri di Bandung, Tinggal di Gerobak sejak Pandemi

Rabu, 01 Mei 2024 - 15:17:00 WIB
Nasib Adibah dan Fathullah Pasutri di Bandung, Tinggal di Gerobak sejak Pandemi
Adibah dan Fathullah, pasutri di Bandung yang tinggal di gerobak sejak pandemi 2020 karena kehabisan modal. (Foto: MPI/Agung Bakti Sarasa)
Advertisement . Scroll to see content

"Pas covid yaah, modal habis. Daripada bingung biarlah ngerongsok," ucapnya.

Adibah mengakui, dulu harga barang rongsok tergolong cukup mahal, namun kini merosot tajam.

"Sekarang harga rongsokan udah murah, ga kaya dulu mahal. Dulu sekilo ada Rp2.500-an, sekarang lebih murah dari itu," ujarnya.

Adibah mengatakan, hasil dari penjualan rongsok tersebut sangat pas-pasan untuk menutupi kebutuhan sehari-hari. Tak jarang, dia juga sering mendapat bantuan dari masyarakat Kota Bandung yang ditemui di jalan.

"Buat kebutuhan sehari-hari itu sangat pas-pasan, cuman alhamdulillah kadang di jalan ada yang ngasih nasi, kadang ada yang ngasih sembako, kebetulan saya punya alat masaknya juga, jadi bisa masak. Pas-pasan aja," katanya.

Adibah mengatakan, gerobak yang digunakan untuk mencari rongsok setiap harinya tersebut menjadi tempat tinggalnya bersama sang suami.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut