Nasib Adibah dan Fathullah Pasutri di Bandung, Tinggal di Gerobak sejak Pandemi
"Pas covid yaah, modal habis. Daripada bingung biarlah ngerongsok," ucapnya.
Adibah mengakui, dulu harga barang rongsok tergolong cukup mahal, namun kini merosot tajam.
"Sekarang harga rongsokan udah murah, ga kaya dulu mahal. Dulu sekilo ada Rp2.500-an, sekarang lebih murah dari itu," ujarnya.
Adibah mengatakan, hasil dari penjualan rongsok tersebut sangat pas-pasan untuk menutupi kebutuhan sehari-hari. Tak jarang, dia juga sering mendapat bantuan dari masyarakat Kota Bandung yang ditemui di jalan.
"Buat kebutuhan sehari-hari itu sangat pas-pasan, cuman alhamdulillah kadang di jalan ada yang ngasih nasi, kadang ada yang ngasih sembako, kebetulan saya punya alat masaknya juga, jadi bisa masak. Pas-pasan aja," katanya.
Adibah mengatakan, gerobak yang digunakan untuk mencari rongsok setiap harinya tersebut menjadi tempat tinggalnya bersama sang suami.