Negara Utang Ratusan Nyawa Kiai dan Guru Ngaji yang Dibantai Ninja di Banyuwangi
Menurut masyarakat, para memiliki kesaktian karena bisa muncul dan menghilang dengan cepat. Bahkan, para pelaku mampu merangkak di dinding dan melompat dari batang dan dahan pohon kelapa.
Ada juga warga yang menyebutkan, para ninja pembantai alias assassin tersebut juga membawa handy talky (HT) untuk berkomunikasi satu dengan yang lain. Mereka kerap beraksi saat malam hari.
Saat tiba di lokasi sasaran, para ninja akan memadam lampu. Setelah itu, mereka masuk dan membantai pemilik rumah yang jadi sasaran. Dalam hitungan menit, korban yang menjadi target tewas bersimbah darah dengan tubuh penuh luka. Kondisi korban saat itu ada yang terpotong-potong, patah tulang, atau pecah kepala.
M Ridwan, seorang tokoh Banyuwangi, mengatakan, saat itu, masyarakat, terutama di Desa Sarang ketakutan. "Sebab, biasanya pada jam itu ninja muncul. Semua pada mengungsi," kata M Ridwan.
M Ridwan mengatakan, dirinya termasuk yang pernah menjadi target sasaran pembantaian para ninja. Pada malam hari di atap rumahnya tiba-tiba muncul suara orang berjalan. "Tapi pas dilihat tidak ada apa-apa. Lalu muncul lagi di atas pohoon kelapa. Pokoknya mencekam sekali," ujarnya.