Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pascaledakan Bom Bunuh Diri di Makassar, TNI-Polri Patroli di Beberapa Gereja di Bali
Advertisement . Scroll to see content

Pasutri Pengebom Gereja Katedral Makassar Dilatih Merakit Peledak secara Online

Senin, 29 Maret 2021 - 13:58:00 WIB
Pasutri Pengebom Gereja Katedral Makassar Dilatih Merakit Peledak secara Online
Foto terduga pelaku bom bunuh diri di Makassar. (Foto: Istimewa).
Advertisement . Scroll to see content

MAKASSAR, iNews.id - Fakta mengejutkan diungkap Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terkait aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan. Pelaku pasangan suami istri (pasutri) berinisial L dan YSF ternyata dilatih merakit bom secara online.

Usia pasangan teroris yang tewas dalam bom bunuh diri tersebut pun terbilang masih muda. Mereka kelahiran 1995 atau baru berusia sekitar 26 tahun. Mereka baru menikah selama enam bulan.

Fakta teroris L dan YSF yang tergabung dalam kelompok jaringan teroris Jamaah Asharut Daullah (JAD) itu mahir merakit bom setelah mendapatkan pelatihan secara online, diungkap oleh Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar.

"Mereka ini kelahiran tahun 1995. Mereka ini kalangan milenial. Mereka belajar merakit bom lewat pelatihan online yang diajarkan seniornya," kata Kepala BNPT Komjen Pol Boy di Kota Makassar, Sulsel, Senin (29/3/2021).

Dari hasil penyelidikan, mereka belajar merakit bahan peledak dan bom dari pelatihan online yang diajarkan seseorang. Pelaku laki-laki berinisial L kemudian membuat sendiri bom tersebut.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut