Pembongkaran 20 Bangunan Liar di Ciumbuleuit Bandung Ricuh, PKL Blokade Jalan
BANDUNG, iNews.id – Penertiban 20 bangunan liar di kawasan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung, Jawa Barat, diwarnai kericuhan, Rabu (30/9/2026). Para pedagang kaki lima (PKL) memprotes pembongkaran lapak dengan memblokade ruas jalan dan membakar ban bekas sebagai bentuk penolakan.
Penertiban tersebut digencarkan Satpol PP bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung guna mengembalikan fungsi fasilitas umum, khususnya trotoar bagi pejalan kaki serta saluran drainase pencegah banjir.
Kericuhan dan penutupan jalan sempat melumpuhkan arus lalu lintas di kawasan wisata dan pendidikan Ciumbuleuit. Para pedagang menilai langkah penertiban yang dilakukan oleh Pemkot Bandung terkesan tebang pilih.
Pedagang mendesak agar penertiban disapu bersih secara merata di sepanjang Jalur Ciumbuleuit, termasuk keberadaan lapak PKL di depan Rumah Sakit TNI AU dr. M. Salamun yang kerap menjadi biang kemacetan.
"Kami minta Pemkot Bandung tidak tebang pilih dalam menertibkan bangunan liar. Kalau mau ditertibkan, semua di sepanjang Jalan Ciumbuleuit harus ditindak, termasuk PKL yang ada di depan RS dr. Salamun yang sering bikin macet," kata Koordinator PKL Ciumbuleuit, Andrea Guntur.
Menanggapi gejolak pedagang, pihak kecamatan menegaskan bahwa langkah ini dilakukan demi menata ketertiban umum. Kendati demikian, Pemkot Bandung tidak melarang total aktivitas perekonomian warga.
Camat Cidadap, Maulana Fatahudin, menjelaskan para pedagang tetap diperbolehkan berjualan kembali dengan skema lapak bongkar pasang (portable) dan mematuhi aturan main yang berlaku.
"Pedagang dilarang keras mendirikan bangunan permanen atau semi-permanen di atas trotoar, tidak mengganggu ketertiban arus lalu lintas, serta wajib menjaga kebersihan lingkungan," ujar Camat Cidadap, Maulana Fatahudin.