Pencemaran Situ Ciburuy Berdampak ke Sumur Warga, Air Bau dan Bikin Badan Gatal
Anggota Koramil Padalarang Sertu Saiful Dani menyebutkan, berdasarkan hasil pengecekan, jarak sumur warga yang terdampak pencemaran Situ Ciburuy itu rata-rata berada di radius sekitar 50 hingga 100 meter. "Air sumur warga juga ikut tercemar. Saat digunakan untuk masak menimbulkan bau sehingga tidak berani dikonsumsi," kata Sertu Saiful Dani.
Diketahui, limbah yang mencemari air Sungai Situ Ciburuy, Kecamatan Padalarang, KBB terungkap. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jabar menemukan limbah pencucian karung dan bata dari bahan baku Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) menjadi satu dari beberapa penyebab air Situ Ciburuy hitam dan berbau.
Aktivitas pencucian karung bekas itu beroperasi di sekitar Situ Ciburuy. Begitu juga pabrik pembuatan bata berbahan baku FABA. Limbahnya dibiarkan mengalir ke Situ Ciburuy sehingga objek wisata itu tercemar.
"Kemungkinan bau menyengatnya dari aktivitas itu. Sebab limbah pencucian karung bekas dibuang ke saluran air tanpa melalui pengolahan lebih dahulu," kata Penjabat Pengawasan Lingkungan Hidup (PPLH) DLH Jabar Risda Susanti, Sabtu (16/7/2022).
Lokasi pencucian karung bekas, ujar Risda Susanti, berada di RW 13, Desa Padalarang. Sehingga air bekas pencucian karung tepung terigu yang berbau busuk itu mencemari perairan Situ Ciburuy. "Semestinya air dari proses pencucian karung bekas itu dilakukan treatment pengolahan limbah, jadi gak langsung dibuang," ujarnya.