Pengembangan Kawasan Rebana Ternyata Banyak Tantangan, Ini Hasil Kajiannya
Apabila membeludak investasi besar di sana maka perlu ada upaya untuk memunculkan inklusivitas dikawasan Rebana. Apalagi pemerintah bermaksud hendak mengejar pertumbuhan yang inklusif.
"Ekonomi inklusif kan lawannya eksklusif. Jadi inklusif itu inginnya tuh yang besar tumbuh, yang kecil pun tumbuh. Jadi tujuan penelitian kedua ingin mengetahui apakah entitas bisnis yang kecil di sana itu bisa disandingkan dengan usaha besar," katanya.
Lebih lanjut, dari sisi makro, Horas mengatakan, dalam pemanfaatan SDM di pengembangan wilayah Metropolitan Rebana masih terdapat ketidakcocokan. Hal tersebut terlihat dari kualifikasi sumber daya manusia yang diharapkan industri besar tidak cocok dengan kualifikasi angkatan kerja yang tersedia.
Dia mencontohkan, di wilayah Subang rata-rata lama sekolah penduduk mencapai 7,2 tahun, di Cirebon 10,3 tahun. Jika melihat angka tersebut makan sebagian penduduk tidak lulus SMP dan tidak lulus SMA.
“Bagaimana mereka bisa mengisi peluang employment di sana. Sedangkan yang dibutuhkan setidaknya diploma 1, 2 dan 3 atau SMA. Perlu ada upaya bersama untuk mengurangi gap ini,” katanya.