Petaka Susur Sungai Cileueur Ciamis, Keluarga Gelar Doa dan Minta Kasus Diusut Tuntas
Keluarga menyayangkan sekolah tidak memiliki persiapan dan antisipasi atas keamanan serta keselamatan siswa untuk menghindari kecelakaan saat menggelar kegiatan susur Sungai Cileueur.
"Kami berharap pihak sekolah mengumpulkan para keluarga korban untuk memberikan penjelasan secara langsung apa yang terjadi dan meminta maaf atas tragedi tersebut. Sampai saat ini informasi yang kami peroleh masih simpang siur terkait kronologi peristiwa itu," kata Hendar.
Begitu pula Dede Rohendi, ayah dari korban Chandra Ryskie Hernawan, mengatakan, meski menerima musibah itu, tapi menyesalkan pihak sekolah meminta izin orang tua sebelum kegiatan susur sungai dilaksanakan.
"Kami sangat menyayangkan kurangnya komunikasi dari sekolah terkait peristiwa (petaka susur Sungai Cileueur) dengan keluarga," kata Dede Rohendi.
Keluarga, ujar Dede, menyerahkan sepenuhnya pengusutan kasus ini kepada pihak yang berwenang, Polres Ciamis. "Kami berharap kepolisian segera mengusut tuntas kasus ini dan menetapkan siapa yang bertanggung jawab atas tragedi ini," ujar Dede.
Sementara itu, sampai saat ini, Kapolres Ciamis AKBP Wahyu Broto Adhi Narsono belum memberikan keterangan terbaru terkait perkembangan penyelidikan kasus susur sungai yang menewaskan 11 siswa siswi MTs Harapan Baru.
Kasi Humas Polres Ciamis Iptu Magdalena mengatakan, penyidik Satreskrim Polres Ciamis masih menyelidiki kasus ini. Selain telah melakukan olah TKP, penyidik juga meminta keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadia dan pihak sekolah.
"Terkait dugaan ada atau tidaknya kelalaian dan tersangka, tentu tengah dilakukan penyelidikan secara profesional," kata Iptu Magdalena.
Diberitakan sebelumnya, 11 siswa MTs Harapan Baru Pesantren Cijantung, Ciamis meninggal akibat terseret arus dan tenggelam di Sungai Cileueur, Dusun Wetan, Desa Utama, Kecamatan Cijeungjing, Ciamis pada Jumat 15 Oktober 2021 sore.
Saat itu, para korban dari kelas 7 dan 8 sekolah tersebut mengikuti latihan Pramuka berupa susur sungai. Berikut detik-detik peristiwa itu terjadi seperti disampaikan pembina pramuka Ropiah dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan MTs Harapan Baru Pesantren Cijantung Elin.
Kegiatan Pramuka berupa susur Sungai Cileueur, Dusun Wetan, Desa Utama, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, diikuti 150 siswa MTs Harapan Baru Pesantren Cijantung Ciamis dari kelas 7 dan 8. Anak-anak usia 12 dan 13 tahun itu turun ke sungai dipandu oleh pembina Pramuka, salah satunya, Ropiah.
Latihan Pramuka MTs Harapan Baru Cijantung dimulai pada pukul 14.00 WIB. Kegiatan dalam latihan Pramuka itu salah satunya adalah menyusuri lingkungan sekitar sekolah dan susur Sungai Cileueur.
Sementara itu, Kepala Badan Search and Rescue (Basarnas) Bandung Deden Ridwansah mengatakan, menerima informasi pada pukul 17.20 WIB terkait peristiwa siswa MTs Harapan Baru tenggelam saat tengah melakukan susur sungai.
"Berdasarkan laporan yang diterima Sebanyak 150 orang siswa dan siswi MTs Harapan Baru Ciamis melakukan kegiatan susur sungai atau bersih-bersih sungai. Tiba-tiba beberapa orang siswa tenggelam di lokasi Leuwiili," kata Deden.
Basarnas Bandung, ujar Deden, menerjunkan tim SAR dari Pos SAR Tasikmalaya untuk membantu pencarian dan pertolongan terhadap para korban. Hasil operasi SAR, tim berhasil mengevakuasi 11 korban yang hanyut dan tenggelam di Sungai Cileueur.
"Total siswa yang terseret arus 21 orang. Sebanyak 10 orang berhasil diselamatkan warga. Sedangkan 11 siswa yang terseret arus dan tenggelam, meninggal dunia," ujar Deden.
Berikut nama dan alamat lengkap korban meninggal dalam kejadian itu:
1. MUHAMMAD KAFKA FIRMANSYAH, umur 12 tahun, pekerjaan pelajar, alamat Kampung Cikumpa RT 006/ 005 Kelurahan Sukamajaya, Kota Depok
2. Alfian Nur Fauzi, umur 13 tahun, pekerjaan pelajar, alamat Dusun Cikondang RT 002/002 Desa Kelas Datar, Kecamatan Dayeuhluhu, Kabupaten Cilacap
3. Khansaa Khoirun Nisa, umur 13 tahun pekerjaan pelajar, alamat Dusun Desa Kulon RT 009/003 Desa Cimari, Kecamatan Cikoneng, Ciamis
4. Aldo Maulana Majid, umur 13 tahun, pekerjaan pelajar, alamat Blok Pahing RT 002/002 Desa Wangkelang, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka
5. Siti Zahra Anjani, umur 12 tahun, pekerjaan pelajar, alamat Kampung Cikumpa RT 03/05 Kelurahan/Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok
6. CHANDRA RYZKIE HERNAWAN, umur 12 tahun, alamat Jalan Rd Okasabra Takusumah RT 03/30, Kelurahan Kecamatan/Kabupaten Ciamis
7. FAHRUROZI DWIKI HERMAWA, umur 12 tahun, pekerjaan pelajar, alamat Dusun Pakembaran RT 10/004, Desa Puncak, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan
8. FATAH FATHURRASYA, umur 12 tahun, pekerjaan pelajar, alamat Jalan Kramat Pulo Dalam II Nomor 103 RT 009/006, Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat
9. DEA RIZKY, umur 13 tahun, pekerjaan pelajar, alamat, Blok Sarimanik RT 15/004, Desa Sukasari, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka
10. Aditya Maulana, umur 12 tahun, pelajar, alamat Dusun Mekarsari, Desa Cibadak, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis.
11. FAJRI PUTRA PRATAMA, umur 12 tahun, Pelajar, alamat Cikuning RT 05/01 Desa Terlaya, Bantarkalong, Kabupaten Brebes.
Editor: Agus Warsudi