Polemik Arteria Dahlan, Budayawan: Masyarakat Sunda Jangan Mau Dipolitisasi
Pernyataan Arteria Dahlan, tutur Drajat, adalah ungkapan pribadi dan tidak menggambarkan keseluruhan PDIP. Terlebih, PDIP juga terdiri dari beragam etnis dan banyak orang Sunda di dalamnya.
"Sekali lagi kami tegaskan, sebagai orang Sunda, saya juga merasa tersinggung dengan pernyataan Arteria Dahlan. Tapi, kami tidak terima kasus ini dimanfaatkan untuk agenda politik. Kami yakin PDIP juga memiliki mekanisme sendiri untuk memberikan sanksi kepada Arteria Dahlan," tutur Drajat.
Sementara itu, Ki Taufik S Arsakusumah dari Padepokan Bambu Banten menyerukan seluruh elemen bangsa bersatu. Dia berharap, kasus Arteria tidak dimanfaatkan oleh kepentingan politik pihak tertentu.
"Baiknya saat ini fokus kepada perbaikan semua pihak sesuai pelaksanaan nilai-nilai Pancasila yang berakar dari budaya bangsa. Terlebih, Arteria sudah meminta maaf dan siap menerima sanksi dari partai," kata Taufik.
Sebelumnya, selain Padepokan Trisakti dan Padepokan Bambu Banten, sejumlah komunitas dan budayawan Sunda turut menandatangani surat pernyataan menolak politisasi kasus Arteria Dahlan, Minggu (23/1/2022) kemarin.
Mereka di antaranya Bambang Sumantri, Ketua Pamong Budaya Bogor; Gin Gin Akil, Ketua Dewan Pengawas Panggelar Ngertakeun Bumi Lamba; dan Asep Nurdin, Ketua Umum Gadjah Putih Mega Paksi Pusaka Nusantara.
Diketahui, Arteria Dahlan memicu protes keras masyarakat Sunda akibat pernyataannya yang meminta Jaksa Agung mengganti seorang Kajati hanya gara-gara menggunakan bahasa Sunda dalam rapat.
Editor: Agus Warsudi