Polisi Buru Erwan Sa'ad yang Menghilang Seusai Deklarasi Laskar Jundullah
"Jadi masyarakat tidak mengerti. Seorang ustaz meminta umat di salah satu wilayah untuk ikut (deklarasi) sebagai laskar jundullah itu. Ternyata setelah dipahami dan dipelajari tidak sejalan. Oleh karena itu masyarakat membuat klarifikasi (membatalkan deklarasi jundullah)," kata Kabid Humas Polda Jabar.
Setelah sadar telah keliru, warga Kampung Sasak Subur, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cihampelas, sepakat membuat surat pernyataan di atas materai membatalkan dan menolak deklarasi Tentara Allah yang dipimpin Erwan Sa'ad.
Surat pernyataan itu ditandatangani oleh 14 warga yang saat ikut dalam deklarasi pada Jumat 1 Januari 2021. Berikut isi deklarasi penolakan yang dibuat warga :
'Kami warga Kampung Cicalengka/Sasak Bubur dengan terbitnya deklarasi Jundullah yang dipimpin oleh Bapak Ustadz Erwan Sa'ad hari Jumat 1 januari 2021 jam 13.00 WIB bertempat di Masjid Jami Lembur Sawah, dengan ini kami warga masyarakat menolak dan membatalkan deklarasi tersebut. Demikian pernyataan bersama ini kami buat dengan sebenar-benarnya tanpa ada paksaan dari pihak manapun'.
Diketahui, video deklarasi laskar jundullah atau tentara Allah di masjid Kampung Sasak Bubur, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cihampelas, KBB viral di media sosial. Dalam video, tampak seorang ustaz membacakan deklarasi jundullah dan diikuti sejumlah warga. Tampak pula beberapa anak-anak saat deklarasi berlangsung.
Kegiatan itu berlangsung pada Jumat 1 Januari 2021 dipimpin oleh Erwan Sa'ad. Deklarasi itu menyebutkan, pembentukan Jundullah atau tentara Allah.
"Bahwa pada hari ini Jumat 1 januari 2021 di Masjid Allah Sawah, Sasak Bubur, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cihampelas, KBB dibentuk suatu jamaah yang diberi nama Jundullah dengan penanggung jawab Erwan Sa'ad," kata Erwan Sa'ad dalam video tersebut.
Turut pula dibacakan sejumlah ayat dalam Alquran yang menjadi dasar dilakukannya deklarasi itu. Dalam deklarasi, dibacakan juga ayat-ayat yang menjadi penyemangat jamaah yang hadir. Alhasil deklarasi yang dibacakan dari awal sampai dipekikan dengan semangat.
Editor: Agus Warsudi