Pada tanggal 25 Januari, satu WNA tersebut mengalami panas tinggi dan dirujuk masuk RSHS pada tanggal 26 Januari. Sementara tiga rekannya tidak sakit.
"Hasil pemeriksaan RSHS diketahui semua kondisi fital normal dan panas badan sudah turun. Observasi kita pada flu berat saja. Kita waspadai karena mereka baru pulang dari Shinchuan, dimana didaerah itu ada dua positif korona. Tapi jaraknya dari Wuhan sekitar 1300 kilo meter. Standar penanganan infeksi kita tetap jalankan," ujarnya.
Sementara pasien kedua adalah WNI yang tinggal di kawasan Dago Kota Bandung berinisial HA, usia 24 tahun. Status suspect tetap dilakukan karena sebelumnya ia sempat bepergian ke Singapura. Riwayat pasien sendiri merupakan penderita epilepsi dan sudah rutin berobat ke Singapura.
"Saat datang ke RSHS dalam keadaan tidak sadar. Kami terus observasi, sementara ini karena infeksi saluran pernapasan bagian bawah. Saat ini kami masih beirkan bantuan pernapasan dengan oksigen. Ada penurunan kondisi pasien," tegasnya.
Lebih tegas, Nina mengatakan, pemberlakuan penanganan suspect tetap dilakukan, namun belum ada yang memastikan bahwa keduanya merupakan pasien virus Corona. Sementara karena akibat flu berat dan infeksi pernafasan akut. Sampel yang dikirimkan ke Kemenkes baru dapat diketahui maksimal dua hari kedepan.
Editor: Muhammad Fida Ul Haq