Siswa SDN Bantargebang Sukabumi Belajar di Tenda Darurat, Disdik: Program Prioritas
Rencana pembangunan yang akan dilaksanakan, lanjut Eka Nandang, pihaknya akan melakukan pembangunan lokal kelas. Namun sebelumnya akan dilakukan perataan tanah terlebih dahulu atau cut and fill.
"Intinya, setelah anggaran turun akan segera kita eksekusi pembangunannya. Namun, kalau untuk pembangunan tetap Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi masih menunggu anggaran dan tidak bisa langsung dan anggaranya ada di tahun 2024 dan tidak bisa dilakukan pembangunan di tahun 2023. Terlebih lagi, saat ini sudah mau masuk ke bulan 11," ujar Eka Nandang.
Sebelumnya, takut tertimpa material bangunan yang sudah rusak parah, siswa Sekolah SDN Bantargebang di Kampung Ciwaru, Desa Bantargebang, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, terpaksa belajar di tenda darurat.
Bangunan gedung sekolah yang rusak parah sejak beberapa bulan terakhir ini. Hal itu telah memaksa kepala sekolah dan guru-guru bersama komite sekolah, untuk membangun kelas untuk KBM dari terpal murid terlindung dari terik matahari.
Kepala Sekolah SDN Bantargebang, Edi Suhaedi mengatakan, pembuatan tenda darurat untuk kegiatan KBM muridnya tersebut, dilakukan untuk mengantisipasi kejadian siswa yang tertimpa material bangunan yang sudah rusak.
"Karena ruang kelasnya tidak layak, dikhawatiran ada anak yang tertimpa (atap runtuh). Dimungkinkan kalau kejadian (ada korban) guru dan pihak sekolah yang disalahkan," ujar Edi.
Lebih lanjut Edi mengatakan, kejadian siswa tertimpa material bangunan tersebut pernah terjadi di SDN Bantargebang. Walaupun tidak mengalami cidera berat, hal tersebut menimbulkan rasa waswas pihak sekolah untuk tetap melakukan KBM di ruangan kelas yang rusak dan hampir roboh.
Editor: Asep Supiandi