Awal bekerja di sana, Carmi pernah memberikan kabar melalui surat. Namun di tahun berikutnya, entah kenapa tidak ada lagi kabar darinya. Keluarga yang cemas mencari-cari informasi mengenai kondisi Carmi. Tapi, mereka tidak mendapat jawaban.
“Awal-awal di sana, dia masih pernah mengirim surat. Tapi, setelah itu tidak pernah lagi memberi kabar sama sekali. Selama 31 tahun lah. Dia juga tidak pernah pulang ke sini,” kata ayah Carmi, Ilyas, Senin (29/7/2019).
Kini, orang yang mensponsori keberangkatan Carmi ke Saudi dari desanya sudah tiada. Begitu juga dengan PT Umah Sejati Alwidah Jaya Sentosa, Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) di Jakarta yang memberangkatkan, sudah lama ditutup. Kabar tentang Carmi semakin kabur.
Keluarga pun bingung harus bertanya kepada siapa karena mereka hanya tahu Carmi bekerja di Riyadh, ibu kota Arab Saudi. Nasibnya entah bagaimana.
Meski sering cemas, keluarga di Cirebon masih tetap yakin akan mendapat kabar mengenai Carmi. Keluarga juga berharap agar pemerintah bisa mencari keberadaan Carmi di Saudi dan membantunya agar bisa pulang ke kampung halaman.
“Kami hanya bisa pasrah. Kami berharap pemerintah bisa membantu menemukan anak kami yang sudah 31 tahun hilang supaya bisa kembali bersama kami,” kata Ilyas.
Ibunda Carmi juga meminta putrinya Carmi segera pulang. Berkali-kali dia memanggil nama putrinya, memohon kepadanya agar segera pulang dari tempatnya merantau. Dia sudah sangat rindu bertemu putri pertamanya itu. “Carmi, balik, pengen pada ketemu keluarga. Carmi, balik Car, balik,” kata Warniah.
Editor: Maria Christina