Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Video Viral Longsor Galian Pasir Leles Garut, Warga Panik
Advertisement . Scroll to see content

Tolak Kenaikan Harga BBM, Mahasiswa Garut Sebut 8 Tahun Bupati Gagal

Selasa, 30 Agustus 2022 - 15:44:00 WIB
Tolak Kenaikan Harga BBM, Mahasiswa Garut Sebut 8 Tahun Bupati Gagal
Mahasiswa dari HMI Cabang Garut menggelar unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM. Mereka juga membentangkan spanduk berisi tulisan, "8 tahun Bupati gagal". (FOTO: FANI FERDIANSYAH)
Advertisement . Scroll to see content

Taufik Rofi Nugraha menuturkan, pemerintah hingga kini masih memberlakukan subsidi untuk tiga jenis BBM, yaitu, solar, pertalite, dan pertamax. Subsidi yang ditanggung APBN  pada 2022 sebesar Rp502 triliun dan bisa membengkak menjadi Rp698 triliun jika kuota BBM subsidi yang diterapkan sebanyak 23,05 liter untuk pertalite dan 15,1 juta liter untuk solar.

"Untuk menanggulangi postur subsidi yang membebani APBN ini, pemerintah berencana mengurangi beban dengan menaikan harga BBM. Tapi perlu diingat, bahwa kenaikan harga BBM tidak sesimpel itu, karena risiko dan dampak turunannya sangat luas," tutur Taufik Rofi Nugraha. 

Mewakili mahasiswa, Taufik mengatakan penolakannya terhadap rencana kenaikan harga BBM tersebut. Ia menyarankan agar pemerintah lebih berfokus pada penyaluran BBM bersubsidi agar tidak salah sasaran. "Terlebih dampak pandemi Covid-19 belum sepenuhnya memulihkan ekonomi masyarakat secara umum dan pelaku UMKM khususnya," ucapnya. 

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi Partai Gerindra Enan mengapresiasi aspirasi yang disampaikan mahasiswa. Enan menilai rencana kenaikan harga BBM itu sebaiknya ditunda pemerintah. 

"Kami dari Fraksi Partai Gerindra di DPRD Garut memohon kepada pemerintah untuk menunda dulu kenaikan harga BBM karena sekarang dalam masa pemuluhan ekonomi pascapandemi Covid-19. Tolong dipertimbangkan untuk kenaikan saat ini," kata Enan.

DPRD Garut, ujar Enan, mendorong pemerintah untuk fokus terlebih dahulu pada penerapan aplikasi MyPertamina yang beberapa waktu lalu digulirkan. Efektivitas aplikasi tersebut sebagai kontrol penyaluran BBM bersubsidi kepada masyarakat luas semestinya diuji terlebih dahulu.

Editor: Agus Warsudi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut