Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Keluarga Yurizal Minta Netizen Setop Hujat Dokter dan Nakes yang Komentar Sadis ke Pasien BPJS
Advertisement . Scroll to see content

Viral Nakes RSUD Tasikmalaya Hujat Pasien BPJS di Medsos, KDM Desak Sanksi Tegas

Rabu, 05 Agustus 2026 - 17:10:00 WIB
Viral Nakes RSUD Tasikmalaya Hujat Pasien BPJS di Medsos, KDM Desak Sanksi Tegas
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mendesak nakes yang menghujat pasien BPJS diberikan sanksi tegas. (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

TASIKMALAYA, iNews.id – Jagat media sosial dihebohkan dengan aksi sejumlah oknum tenaga kesehatan (nakes) yang melontarkan perundungan (cyberbullying) dan kata-kata tidak pantas terhadap seorang pasien BPJS Kesehatan. Salah satu nakes yang disorot publik yakni Norma Zahara, pegawai di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soekardjo Tasikmalaya, Jawa Barat.

Aksi tak terpuji para nakes tersebut memantik respons keras dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Orang nomor satu di Tanah Pasundan yang akrab disapa KDM itu menegaskan, secara administratif operasional RSUD dr. Soekardjo berada di bawah kewenangan Pemkot Tasikmalaya. 

Meski demikian, KDM mendesak agar sanksi tegas tetap dijatuhkan demi menjaga integritas profesi kesehatan. 

"Meskipun kewenangannya ada di Wali Kota Tasikmalaya, tindakan tegas berupa sanksi harus segera diberikan agar menjadi evaluasi bersama," kata KDM, Rabu (5/8/2026). 

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menekankan, seluruh tenaga kesehatan sebagai pelayan publik wajib mengedepankan etika, kepedulian, dan profesionalitas tinggi saat melayani masyarakat. 

Saat ini, proses evaluasi dan penjatuhan sanksi tengah menunggu keputusan resmi dari Pemerintah Kota Tasikmalaya sesuai aturan kepegawaian yang berlaku.

Kasus ini bermula saat seorang pasien bernama Yurizal Tri mengunggah utas (thread) di media sosial. Dalam unggahannya, Yurizal mengeluhkan pelayanan medis lantaran kesulitan mendapatkan ruangan perawatan padahal kondisi kesehatannya sudah dalam keadaan kritis.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut