Evi menuturkan yang mengurus ambulans yakni keluarganya yang lain. Namun karena tidak kunjung mendapat ambulans, dia membawa anaknya dengan motor ke rumah sakit lain. Namun sayang, nyawa anaknya tidak tertolong.
"Saya nggak tahu alasannya apa nggak ada ambulans," ucap Evi.
Sementara itu, Kepala Desa Sukatani Asep Sumpena mengaku tidak ada yang menghubungi dirinya terkait permintaan ambulans. Dia menegaskan ambulans di desanya siaga selama 24 jam.
"Ambulans kan siaga 24 jam," ucap Asep.
Asep mengatakan Ketua RT dan RW juga tidak mengtahui permasalahan itu. Dia menyesalkan postingan yang menyudutkan dirinya.
"Saya minta 1x24 minta maaf di media. Kalau tidak akan saya tuntut," kata Asep.
Editor: Muhammad Fida Ul Haq