Waduh, Sumber Air yang Diolah Perumda Tirtawening Bandung Tercemar Kotoran Hewan
Mirisnya lagi, buruknya kualitas sumber air sudah berlangsung cukup lama. Bahkan, pihak perumda sudah berkali-kali menyampaikan permasalahan itu. Pernah sekitar tahun 2017 ada atensi dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jabar terkait kualitas sumber air di Sungai Cikapundung. Namun hal itu belum ada tindak lanjut sampai dengan sekarang.
"Semakin burtuk kualitas sumber air, maka semakin besar pula bahan kimia yang digunakan. Saya sangat hafal, karena pada 1998 penggunaan bahan kimia hanya 600, 700, 800 kg saja per hari untuk debit 600 liter per detik. Sekarang bisa mencapai 3.500 kg untuk debit sebesar itu," ujar dia.
Dia berharap, secara bersama-sama meningkat kulaitas air Sungai Cikapundung yang kondisi saat ini sangat buruk dan terkontaminasi kotoran hewan. Perlu memikirkan pemulihan sepanjang aliran Sungai Cikapundung sehingga meningkatkan kualitas air baku yang diolah.
Sementara itu, Komisi B DPRD Kota Bandung melakukan peninjauan ke lokasi sumber air yang diolah Permda Tirtawening di Sungai Cikapundung, kawasan Dago Pakar. Seusai meninjau, anggota DPRD memastikan segera menindaklanjuti dengan melaporkan hasil temuan lapangan kepada pimpinan. Harapannya, pimpnan DPRD Kota Bandung ada koordinasi dengan Pemprov Jabar.
Editor: Asep Supiandi