Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 7 Tempat Wisata Long Weekend di Lembang Bandung dengan Spot Foto Instagramable
Advertisement . Scroll to see content

Warga Lembang Sukses Budidaya Cacing Lumbricus untuk Bahan Obat

Minggu, 15 November 2020 - 03:46:00 WIB
Warga Lembang Sukses Budidaya Cacing Lumbricus untuk Bahan Obat
Peternak sapi di Lembang memanfaatkan kotoran hewan untuk membudiayakan caing lumbricus yang bernilai ekonomi tinggi. (Foto: iNews/Adi Haryanto)
Advertisement . Scroll to see content

Maman menceritakan telah memulai budidaya cacing dengan media kohe sejak tahun 2013. Meskipun hanya pekerjaan sampingan untuk menambah pendapatan dari bertani dan beternak sapi. Namun ternyata budidaya cacing ini memberikan penghasilan cukup lumayan. Paling tidak untuk memenuhi kebutuhan dapur keluarganya sehari-hari.

Walaupun penghasilan budidaya cacing tidak seberapa, tapi dirinya pernah mengalami masa kejayaan sebagai pembudidaya cacing Lumbricus. Setiap bulannya dia bisa panen cacing tidak kurang dari 1 kuintal, itu belum ditambah pemasukan dari hasil penjualan komposnya. Tapi karena sudah banyak yang membuka usaha serupa dan ditambah imbas pandemi Covid-19 akhirnya pemasukannya turun drastis.

"Ketika masa jaya-jayanya, saya bisa mempekerjakan empat orang karyawan, memiliki tiga rumah cacing, dan pengolahan kompos kohe," ucapnya.  

Menurutnya, saat memulai usaha modalnya tidak terlalu besar. Hanya perlu untuk membangun “rumah cacing” dari bambu dan membeli bibit cacing. Untuk media kohe sudah ada tinggal ngambil saja. Baru setelah itu tinggal nunggu masa panen. Biasanya dia dapat menjual cacing ke pengepul sebanyak 15 kilogram/bulan, dengan harga satu kilogram cacing seharga Rp25.000. 

Namun pemasukan bukan dari itu saja, media cacing yang merupakan kompos dari bahan kohe pun masih bisa dijual Rp25.000/karung. Sebab komposnya cocok untuk persemian bibit dikarenakan sudah dingin usai melalui proses alamiah melalui cacing itu sendiri. Jadi petani tinggal pakai dan sebarkan di lahan pertaniannya. 

"Saya akan terus menjalani usaha ini, walau kecil tapi lumayan. Paling tidak mengurangi kohe yang dibuang ke sungai atau mengotori lingkungan," katanya.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut