Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sragen Gempar! Siswi SD Berseragam Pramuka Tewas dalam Rumah, Ibu Histeris
Advertisement . Scroll to see content

10 Tradisi Orang Jawa Tengah, Nomor 7 Pernah Dilakukan Penyanyi Dangdut Ternama

Jumat, 09 Desember 2022 - 14:37:00 WIB
10 Tradisi Orang Jawa Tengah, Nomor 7 Pernah Dilakukan Penyanyi Dangdut Ternama
Ribuan warga Desa Banjarsari Temanggung berebut gunungan dalam tradisi sadranan lepen. (Didik Dono)
Advertisement . Scroll to see content

1. Tradisi Ruwatan 
Ruwatan merupakan salah satu tradisi yang cukup populer di Indonesia. Upacara adat dari Jawa Tengah ini merupakan sarana yang dilakukan untuk membebaskan atau menyucikan diri manusia dari dosa serta kesalahan yang pernah diperbuatnya. 

Tradisi ruwatan masih dilestarikan hingga sekarang sebagai tradisi Jawa Tengah. Contohnya, di dataran tinggi Dieng Wonosobo, bagi anak-anak yang memiliki rambut ikal gimbal biasanya dianggap mirip dengan buto ijo sehingga harus diadakan upacara ruwatan. Hal ini dilakukan untuk mengusir hawa jahat serta hal-hal buruk yang dibawa oleh buto ijo. 

2. Tradisi Wetonan 
Wetonan dalam bahasa Jawa memiliki arti keluar. Namun, wetonan yang dimaksud di sini berhubungan dengan kelahiran orang. Tradisi wetonan merupakan upacara yang dilakukan guna menyambut bayi yang baru lahir. Tradisi wetonan supaya nantinya bayi tersebut terhindar dari bahaya dan bisa mendapatkan rezeki serta keberuntungan yang lebih. 

3. Tradisi Tedak Siten
Tradisi Tedak Siten merupakan tradisi yang dilakukan oleh orang tua saat anaknya sudah menginjak usia tujuh bulan. Tradisi ini juga dikenal dengan nama upacara turun tanah karena bertujuan untuk mengenalkan kepada anak tanah yang dia pijak. Tradisi dilakukan di pagi hari sesuai dengan tanggal dan hari kelahiran anak. Tradisi tedak siten selalu dilengkapi dengan aneka kuliner yang disajikan seperti nasi kuning, jenang boro-boro, dan masih banyak lagi.

4. Tradisi Syawalan 
Tradisi syawalan merupakan salah satu tradisi yang dilakukan selama tujuh hari setelah merayakan hari raya Idul Fitri. Masyarakat setempat menjuluki tradisi syawalan dengan nama tradisi lebaran ketupat karena tidak seperti daerah lainnya di Indonesia yang menyajikan ketupat pada saat hari raya Idul Fitri. Masyarakat Jawa Tengah justru menyajikan nasi kuning saat lebaran. Kuliner ketupat baru akan disajikan pada saat tradisi syawalan. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut