7 Peninggalan Kerajaan Demak, Ada yang Diyakini Dapat Menahan Petir
Makamnya berada di Kadilangu, 2 kilometer dari pusat kota Demak. Di area tersebut, terdapat pula makam Raden Patah, Raja pertama Kerajaan Demak dan keluarganya.
Dulunya, Dampar Kencana merupakan singgasana raja. Raden Patah mendapatkan singgasana tersebut sebagai hadiah saat pelantikannya sebagai raja di Kesultanan Demak Bintoro dari Prabu Brawijaya V Raden Kertabumi asal Kerajaan Majapahit.
Saat Kerajaan Demak runtuh, singgasana tersebut dijadikan mimbar khotbah yang diletakkan di dalam masjid. Namun dalam perkembangannya, Dampar Kencana disimpan di Museum Masjid Agung Demak.
Maksurah adalah ruangan berbentuk persegi panjang yang tidak terlalu besar. Dulunya, ruangan ini adalah tempat yang dibuat khusus untuk para raja dan ulama.
Pada bagian dindingnya, terdapat ukiran kaligrafi yang sangat indah. Menurut catatan sejarah Maksurah Kerajaan Demak dibuat pada masa pemerintahan Raja Aryapur.
Jika masuk ke dalam Masjid Agung Demak, akan terlihat piring campa yang ditempel di dinding. Piring porselen tersebut berjumlah 65.
Dulunya, Piring Campa merupakan hadiah dari ibunda Raden Patah, Siu Ban Ci. Sementara itu, Siu Ban Ci diketahui berasal dari Cina.
Editor: Komaruddin Bagja