Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Modus Bejat Kiai Ashari Terkuak, Santriwati Dirayu Hubungan Intim demi Sembuhkan Penyakit
Advertisement . Scroll to see content

Ayah Korban Oknum Kiai Cabul di Pati Diintimidasi Ormas, Dipaksa Cabut Laporan

Sabtu, 09 Mei 2026 - 05:45:00 WIB
Ayah Korban Oknum Kiai Cabul di Pati Diintimidasi Ormas, Dipaksa Cabut Laporan
Ashari, oknum kiai tersangka kasus pencabulan santriwati di Kabupaten Pati ditangkap saat bersembunyi di Wonogiri. (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

PATI, iNews.id – Fakta baru terungkap dalam kasus pencabulansantriwati oleh oknum kiai pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. 

MAH, salah satu ayah korban, mengaku mendapatkan tekanan dan intimidasi agar menghentikan proses hukum terhadap tersangka Ashari. 

MAH mengungkapkan bahwa dirinya sudah tiga kali didatangi oleh oknum anggota organisasi kemasyarakatan (ormas) tertentu. Oknum tersebut diduga kuat merupakan suruhan tersangka AS untuk mendesak MAH mencabut laporan polisi.

"Saya didatangi sampai tiga kali. Meskipun belum ada iming-iming uang, tapi kata-kata intimidasi yang mereka sampaikan sangat keras," ujar MAH, Jumat (8/5/2026). 

Terlepas dari tekanan tersebut, MAH menegaskan tetap akan mencari keadilan. Langkah ini ia ambil bukan hanya untuk anaknya, tetapi juga demi menyelamatkan santriwati lain agar tidak menjadi korban berikutnya di lingkungan pesantren tersebut. 

Salah satu korban, VI (19), diduga telah mengalami tindak asusila oleh AS selama hampir tiga tahun saat masih berada di lingkungan pondok pesantren. Modus yang digunakan tersangka diduga berkaitan dengan penyalahgunaan otoritasnya sebagai pimpinan ponpes. 

Kuasa hukum korban, Ali Yusron menyebutkan, jumlah pelapor berpotensi terus bertambah. Namun, dia menyayangkan adanya upaya sistematis untuk membungkam para korban. 

"Semula ada belasan pelapor, namun tujuh di antaranya mencabut laporan. Mereka ternyata ditarik dan dipekerjakan sebagai guru di pondok tersebut agar tidak melanjutkan kasusnya," kata Ali Yusron.

Korban Diminta Berani Melapor 

Pihak pengacara kini tengah mendampingi sejumlah korban baru yang mulai memberanikan diri untuk bersuara. Ali mengimbau kepada orang tua santriwati lainnya yang merasa anaknya menjadi korban agar segera melapor ke pihak kepolisian.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut