Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Cek Kabar Pembatasan Hijab bagi Karyawati, Anggota DPR Datangi Mal di Purwokerto
Advertisement . Scroll to see content

Banyumas Jatuh ke Tangan Belanda pada Agresi Militer Pertama, Begini Sejarahnya

Senin, 16 Agustus 2021 - 04:57:00 WIB
Banyumas Jatuh ke Tangan Belanda pada Agresi Militer Pertama, Begini Sejarahnya
Ilustrasi Kabupaten Banyumas. (Foto : iNews.id).
Advertisement . Scroll to see content

Agresi militer yang dilancarkan Belanda tak hanya mendapatkan perlawanan sengit dari Pemerintah RI dan rakyatnya. Tapi juga reaksi kecaman dari luar negeri, sehingga berdasarkan keputusan Dewan Keamanan PBB, pada tanggal 4 Agustus 1947 tersebut, RI dan Belanda menghentikan tembak menembak melalui Perjanjian Renville.

Sedangkan posisi tentara Belanda di daerah Banyumas adalah sampai disebelah timur Gombong atau sepanjang kali Kemit ke utara dekat Mandiraja atau beberapa kilometer sebelah barat Banjarnegara, tepatnya di Desa Joho. 

Di tempat tersebut dan di jembatan kali kemit berdiri monumen yang menunjukkan batas antara RI dan Belanda. Tempat tersebut kemudian diberi nama garis Van Mook atau garis demarkasi.

Namun lagi-lagi Belanda melanggar gencatan senjata tersebut, pasukan belanda melancarkan 17 kendaraan lapis baja dan 20 truk menyerang Kota Gombong pada 5 Agustus 1947 sekitar pukul 02.30 WIB, hingga akhirnya kembali disambut oleh pasukan Indonesia untuk mempertahankan kedaulatan Indonesia.

Editor: Ahmad Antoni

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut