Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mahasiswa di Asahan Diduga Dianiaya dan Disekap Debt Collector, Terekam CCTV
Advertisement . Scroll to see content

Bentrokan Debt Collector vs Warga Kudus, 24 Orang Jadi Tersangka

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:46:00 WIB
Bentrokan Debt Collector vs Warga Kudus, 24 Orang Jadi Tersangka
Polisi menetapkan 24 tersangka dalam kasus bentrokan debt collector dan warga di Desa Jepang, Kudus, Jawa Tengah. Sebanyak 21 tersangka diduga anggota kelompok penagih utang dan tiga lainnya diduga pengguna jasa penagihan. (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

KUDUS, iNews.id - Sebanyak 24 orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus bentrokan antara kelompok penagih utang atau debt collector dan warga di Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Dari jumlah tersebut, 21 orang diduga merupakan anggota kelompok penagih utang, sedangkan tiga lainnya diduga pengguna jasa penagihan.

Dalam penanganan kasus ini, polisi juga menyita tujuh kendaraan yang diduga berkaitan dengan bentrokan. Penyidik masih mendalami peran masing-masing tersangka, termasuk dugaan keterlibatan pihak yang menggunakan jasa penagihan utang.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Roy Hardi Siahaan menegaskan, persoalan utang piutang harus diselesaikan melalui mekanisme hukum. Kewajiban membayar utang tidak membenarkan tindakan intimidasi maupun kekerasan.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak takut melaporkan setiap aksi premanisme. Siapa pun yang menggunakan ancaman dan kekerasan untuk memaksakan kehendak akan kami tindak sesuai hukum yang berlaku,” ujar Irjen Roy saat meninjau penanganan kasus di Kabupaten Kudus dikutip dari iNews Pantura, Rabu (14/10/2026).

Kasus bentrokan antara debt collector dan warga Kudus ini bermula dari persoalan utang-piutang. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pihak yang menggunakan jasa penagihan melalui PT Jawara Mandiri Solution diduga mengerahkan sejumlah orang untuk mendatangi rumah keluarga pihak yang memiliki kewajiban pembayaran.

Rombongan tersebut datang pada Selasa (13/10/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Kedatangan mereka kemudian memicu perselisihan. Upaya mediasi yang melibatkan kepolisian dan pihak keluarga sempat dilakukan, tetapi belum menghasilkan kesepakatan.

Situasi kembali memanas sekitar pukul 16.00 hingga 17.00 WIB. Berdasarkan keterangan yang dihimpun penyidik, bentrokan diduga melibatkan pemukulan, pelemparan batu, penggunaan senjata tajam, hingga perusakan bagian rumah.

Sejumlah orang dilaporkan mengalami luka dalam kejadian tersebut. Salah satunya Haris Yuliantoro Saputra, yang diduga menjadi korban serangan menggunakan senjata tajam jenis bendo.

Polisi masih mendalami peran masing-masing dari 24 tersangka, termasuk dugaan keterlibatan pihak yang menggunakan jasa penagihan dan pihak yang mengatur kedatangan rombongan.

Penyidik juga berencana meminta keterangan dari PT Jawara Mandiri Solution untuk mendalami keterkaitan perusahaan tersebut dengan penggunaan jasa penagihan utang dalam perkara ini.

Selain itu, polisi masih menyelidiki keterkaitan tujuh kendaraan yang disita dengan bentrokan tersebut maupun perkara lain yang sebelumnya terjadi di Kudus.

Saat mengunjungi lokasi, Irjen Roy bersama rombongan mendatangi rumah korban di Desa Jepang dan berdialog dengan korban serta keluarganya. Kapolda juga memberikan santunan kepada keluarga korban.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Yuliyanto mengimbau masyarakat segera melapor jika mengalami intimidasi, ancaman, atau kekerasan. Masyarakat juga diminta tidak menghadapi situasi yang membahayakan keselamatan seorang diri dan segera meminta bantuan kepolisian.

Hingga kini, penyidik masih melengkapi pemeriksaan untuk mengungkap peran masing-masing tersangka serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam bentrokan tersebut.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut