Bersama Holding Ultra Mikro, Pengusaha Sembako di Semarang Sukses Kembangan Bisnis
Dia menegaskan bahwa penghasilan yang lebih stabil membuatnya lebih tenang dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga. Ia juga bisa lebih fokus memastikan anak-anaknya tetap bersekolah tanpa harus khawatir seperti sebelumnya.
Warung yang dulu sederhana kini bukan hanya tempat berjualan, tetapi juga menjadi simbol perjuangan dan harapan bagi keluarganya. Dari ruang kecil di depan rumah, Niken membuktikan bahwa usaha yang dijalankan dengan konsisten, meski dimulai dari hal sederhana, dapat tumbuh dan membawa perubahan.
Ke depan, dia berharap usahanya dapat terus berkembang. Bukan hanya untuk meningkatkan penghasilan, tetapi juga untuk memberikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anaknya.
Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan pelaku usaha ultra mikro tidak hanya berhenti pada akses pembiayaan, tetapi juga pada bagaimana menciptakan ekosistem yang mampu mendorong mereka untuk tumbuh secara berkelanjutan.
Menurutnya, kehadiran program PNM Mekaar menjadi salah satu instrumen penting dalam membuka peluang bagi perempuan untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, dengan kemampuan dalam mengelola keuangan dan memahami kebutuhan pasar.
“Sinergi dalam Holding Ultra Mikro antara BRI, Pegadaian, dan PNM menjadi kekuatan dalam memperluas akses layanan keuangan yang inklusif. Dengan dukungan tersebut, pelaku usaha mikro kecil di banyak daerah dapat berkembang secara bertahap dan berkelanjutan, dari usaha sederhana hingga mampu memberikan nilai tambah bagi lingkungan sekitarnya,” tuturnya.
Pada saat yang bersamaan, kinerja pemberdayaan dalam ekosistem Holding Ultra Mikro juga menunjukkan capaian yang positif. Sepanjang Triwulan I 2026, tercatat sebanyak 1,2 juta debitur PNM berhasil naik kelas.
Editor: Rizqa Leony Putri