Dampak Kemarau Panjang di Pemalang, Ribuan Warga Terpaksa Beli Air
PEMALANG, iNews.id – Ribuan warga di Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau yang berkepanjangan. Selama dua hingga tiga bulan terakhir, warga kesulitan memperoleh air sehingga terpaksa membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Salah satu wilayah yang terdampak, yakni Desa Pulosari. Warga mengaku kondisi kekeringan mulai dirasakan sejak beberapa bulan terakhir dan terus memburuk karena tidak adanya sumber air maupun jaringan air bersih yang berfungsi.
Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, warga harus membeli satu tangki air bersih berkapasitas 6.500 liter dengan harga Rp250.000. Dalam sebulan, satu keluarga dapat menghabiskan hingga Rp500.000 hanya untuk membeli air.
Kondisi tersebut hampir selalu terjadi setiap musim kemarau. "Biasanya 1 tangki cukup dua minggu. Jadi di satu bulan itu Rp500.000. Ini setiap tahun jika musim kemarau," kata Neneng, warga Desa Pulosari.
Selama ini, sebagian besar warga hanya mengandalkan air hujan yang ditampung saat musim penghujan sebagai cadangan kebutuhan sehari-hari.
Untuk membantu masyarakat terdampak, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pemalang menyalurkan 8.000 liter air bersih ke Dusun Dukuh Tumbu.
Bantuan tersebut merupakan distribusi kedua pada tahun ini sekaligus bagian dari program rutin yang telah berjalan selama lima tahun terakhir.
Koordinator Tim MDMC PDM Pemalang, Dedi Kuntoro mengatakan bahwa distribusi air bersih akan terus dilakukan untuk membantu warga memenuhi kebutuhan dasar selama musim kemarau.
"Jumlah yang kita dropping hari ini ada 8.000 liter air," ujar Dedi.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang menyebut musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dibandingkan dua tahun sebelumnya. Sekitar 93 ribu kepala keluarga di tujuh kecamatan terdampak kekeringan.
Setiap hari, BPBD bersama Palang Merah Indonesia (PMI), Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda Air Minum/PDAM), serta sejumlah relawan menyalurkan hampir 100 ribu liter air bersih ke wilayah terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pemalang, Agus Ikmaludin, memperkirakan puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus hingga September.
"Yang terdampak kurang lebih 93.000 (warga) dari tujuh kecamatan," ucap Agus.
Masyarakat diimbau menghemat penggunaan air, sementara pemerintah bersama berbagai pihak terus meningkatkan distribusi bantuan air bersih ke daerah yang mengalami kekeringan.
Editor: Kurnia Illahi