Diduga Depresi Takut Corona, Ayah di Kudus Ajak Anaknya Bunuh Diri
Belum puas dengan hasil tersebut, EG dikabarkan melakukan tes usap tenggorokan (swab) mandiri di salah satu klinik di Kabupaten Kudus.
Saat peristiwa dugaan bunuh diri pukul 17.00 WIB, istri EG sedang tidak ada di rumah sehingga hanya ada EG dan IM.
Di lokasi kejadian juga ditemukan tulisan di secarik kertas yang bertuliskan "makamkan kami dengan protokol kesehatan dengan satu liang".
Tetangga korban, Ani mengungkapkan yang pertama mengetahui dugaan bunuh diri merupakan istri EG ketika pulang dari bepergian sekitar pukul 17.00 WIB.
“Saat ditemukan bapak dan anak tersebut dalam kondisi kritis di rumahnya. IM ditemukan di kursi dengan posisi terlilit sarung dan EG ditemukan tergeletak di lantai dengan tangan kiri mengeluarkan darah,” katanya.
Kepala Puskesmas Jati Kulon Kamal mengatakan, ketika tim medis dari Puskesmas Jati Kulon bersama Tim Indonesia Automatic Finger Print Identification System atau identifikasi TKP (Tempat Kejadian Perkara) Polres Kudus bersama Polsek Jati untuk oleh TKP, keduanya ditemukan masih dalam keadaan hidup.
Namun, kata dia, dalam perjalanan menuju RSUD Loekmono Hadi Kudus, IM meninggal dunia.
Editor: Kastolani Marzuki