Dosen UNS Kembangkan Material Pengganti Tulang Rusak dari Tulang Sapi
“Kita memilih tulang sapi karena kita ingin memanfaatkan produk lokal dan tulang sapi ini biasanya belum dimanfaatkan secara maksimal. Sehingga kami berusaha untuk bisa memaksimalkan manfaat dari tulang sapi ini, dan tentunya harganya juga murah,” katanya.
Sedangkan untuk bone graft impor terbuat dari bahan sintetis atau dari bahan-bahan kimia.
“Material yang biasa digunakan di RS masih impor (sebagai contoh produk impor Bio-oss, Bongros dari Korea. Harga produk impor ini sangat mahal yaitu Rp1,7 juta per 5 cc dan produk ini sudah masuk e-catalog.lkpp.go.id. Sedangkan kalau kita pakai Semar bone graft ini harganya jauh lebih murah yaitu Rp 400.000 per 10 cc,” kata Joko.
Dia berharap hasil temuannya bersama tim ini nantinya bisa dikembangkan dan ada kerja sama dengan industri.
“Sudah kami lakukan uji coba dengan tikus putih kerja sama dengan Fakultas Peternakan UGM, hasilnya tidak ada peradangan, tidak ada infeksi dan ada tulang yang tumbuh,” katanya.
Joko dan tim sejak tahun 2016 mulai melakukan penelitian ini. Bahkan berkat temuannya ini, ia memperoleh hibah Calon Pengusaha Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT) dari Kemenristekdikti senilai Rp200 juta.
Editor: Kastolani Marzuki