Gedung SMAN 1 Purwokerto Rusak Parah, Atap Ambruk hingga Tembok Retak
Keterbatasan tersebut diperburuk oleh kondisi perangkat komputer yang sebagian besar sudah usang dan jumlahnya terbatas karena belum mendapatkan bantuan peremajaan dalam waktu yang lama.
Sementara itu, Komite Sekolah SMAN 1 Purwokerto terus mendorong upaya percepatan perbaikan gedung. Perwakilan Komite Sekolah, Amrin Maruf, menegaskan bahwa pihaknya meminta manajemen sekolah untuk terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah maupun pemerintah pusat guna memperoleh dukungan anggaran.
Selain itu, komite sekolah juga menggalang dukungan dari jaringan alumni lintas generasi untuk turut berkontribusi bagi almamater mereka. "Kita berkoordinasi, semuanya kita dorong untuk bisa membantu," kata Amrin.
Meski demikian, Amrin mengakui bahwa perbaikan kerusakan struktural berskala besar pada gedung bertingkat tidak dapat sepenuhnya mengandalkan swadaya masyarakat maupun bantuan alumni.
Hingga kini, kerusakan pada bangunan lantai tiga dan gedung di bawahnya belum pernah diperbaiki. Berdasarkan perhitungan sementara, rehabilitasi gedung membutuhkan anggaran sekitar Rp11 miliar.
Pihak sekolah dan komite berharap pemerintah dapat memberikan perhatian khusus serta segera mengalokasikan anggaran untuk merehabilitasi gedung SMAN 1 Purwokerto yang saat ini masuk kategori rusak berat.
Editor: Kurnia Illahi